Melonjak Signifikan! Korban Tewas Banjir Libya Tembus 5.000, Dua Bendungan Hancur

Jumlah korban tewas bencana banjir di Libya melonjak signifikan menjadi lebih dari 5.000 orang setelah guyuran hujan deras yang dipicu Badai Daniel menghancurkan dua bendungan di negara tersebut, kata pihak berwenang pada Selasa, 12 September 2023.

Bencana banjir ini terjadi di saat Libya terbagi ke dalam dua pemerintahan yang saling bersaing dan berperang.

Tarek al-Kharraz, juru bicara kementerian dalam negeri untuk pemerintahan di Libya timur, mengatakan bahwa setidaknya 5.200 orang dinyatakan tewas di Derna, sebuah kota berpenduduk sekitar 100.000 orang, lapor The New York Times mengutip keterangan lembaga penyiaran Libya.

Mohammed Abu-Lamousha, juru bicara pemerintah di Libya timur, mengatakan bahwa jumlah korban tewas telah melampaui 5.300 orang, menurut laporan The Guardian yang melansir media pemerintah Libya.

Al-Kharraz mengatakan banyak jenazah tersapu ke laut dan ratusan lainnya ditumpuk di sejumlah kuburan tanpa diketahui identitasnya. Ia memperkirakan jumlah korban tewas bencana banjir akan melampaui 10.000 orang.

“Ada mayat di sebelah saya, dan mayat di atas saya, dan mayat di bawah saya,” kata Sondos Shuwaib, seorang blogger lokal, dalam sebuah unggahan daring yang dikutip The Guardian.

‘Korupsi dan Ketidakmampuan’
Anas El-Gomati, direktur pusat penelitian kebijakan Libya Sadeq Institute, mengatakan kepada Times bahwa pihak berwenang Libya tampaknya tidak membuat rencana signifikan untuk memantau bendungan atau memperingatkan penduduk untuk mengungsi, bahkan setelah Badai Daniel menewaskan lebih dari 12 orang di Yunani, Turki dan Bulgaria pekan lalu.

“Kami menyebutnya bencana alam, tapi ini adalah tindakan manusia – ini adalah ketidakmampuan para elite politik Libya,” sebut El-Gomati.

“Tidak ada kata-kata yang dapat Anda temukan untuk menggambarkan tingkat penderitaan yang harus ditanggung orang-orang,” ungkapnya.

El-Gomati mengatakan kepada The Guardian bahwa penyelidikan akan diperlukan karena adanya “korupsi dan ketidakmampuan” pemerintah sebelum terjadinya bencana.

‘Bencana Tak Terduga’
“Di Maroko, mungkin Anda mempunyai waktu beberapa detik atau menit ketika lempeng tektonik bergerak. Namun di Libya, ada banyak peringatan mengenai badai ini,” katanya.

“Namun, tidak ada evakuasi di kota Derna, dan sekarang seperempat penduduk kota tersebut tenggelam,” lanjutnya.

Ahmed al-Mismari, juru bicara Tentara Nasional Libya, mengatakan dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada Senin kemarin bahwa hujan deras dan banjir menandai pertama kalinya negara itu dilanda cuaca ekstrem seperti ini. Tentara Nasional Libya adalah kekuatan politik yang dominan di wilayah tersebut.

Al-Mismari menyebut bencana tersebut “benar-benar tidak terduga,” dan mengatakan bahwa kondisi akses jalan menyulitkan operasi pencarian dan penyelamatan.

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Pikiran Rakyat.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *