Sentimen Negatif, IHSG Diprediksi ‘Ngamuk’

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi berbalik arah melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (15/7).

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan inflasi masih akan menghalangi pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan. Pasalnya, kenaikan inflasi akan mendorong bank sentral mengerek suku bunga acuan.

“Pergerakan (IHSG) diperkirakan terbatas karena masih banyak sentimen negatif termasuk inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan,” kata Dennies dalam risetnya.

Ia memproyeksi IHSG bergerak dalam rentang support 6.572-6.631 dan resistance 6.724-6.758.

Sebaliknya, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG menguat hari ini. Namun, penguatan indeks akan terbatas.

Menurut dia, fluktuasi harga komoditas membuat pasar saham sulit bergerak kencang pada akhir pekan. Terlebih, nilai tukar rupiah juga masih tertekan saat ini.

“Sentimen dari fluktuasi harga komoditas, juga nilai tukar rupiah masih akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” ungkap William dalam risetnya.

Dengan sentimen itu, IHSG diproyeksi menguat terbatas dengan rentang support 6.598 dan resistance 6.721.

Sebelumnya, IHSG berhasil menguat namun tipis 0,74 persen atau 49 poin ke level 6.690. Meski begitu, mayoritas saham terlihat merah.

Rinciannya, 295 saham terkoreksi, 209 saham menguat, dan 177 saham stagnan.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *