Dolar AS Perkasa di Tengah Ambruknya Harga Komoditas Dunia

Mata uang dolar AS kembali menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB) menjelang pembacaan data inflasi. Investor akan mengamati pembacaan indeks harga konsumen agar bisa menakar kenaikan suku bunga The Fed.

Mengutip Antara, Rabu, 11 Mei 2022, indeks dolar naik 0,203 persen pada 103,900, dengan euro turun 0,24 persen menjadi 1,053 dolar.

“Ini tenang sebelum data inflasi besok, jadi ini memungkinkan istirahat untuk aset-aset berisiko,” kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions, Joe Manimbo, di Washington DC.

Greenback telah naik hampir 9,0 persen tahun ini mencapai tertinggi 20 tahun karena investor condong ke safe haven di tengah kekhawatiran tentang kemampuan Fed untuk menekan inflasi tanpa menyebabkan resesi.

Yen Jepang melemah 0,12 persen versus greenback di 130,42 per dolar, sementara poundsterling terakhir diperdagangkan di 1,2315 dolar, turun 0,13 persen hari ini.

Di pasar uang kripto, bitcoin terakhir naik 2,22 persen menjadi USD31.627,41 setelah jatuh di bawah USD30 ribu untuk pertama kalinya sejak Juli. Ethereum terakhir naik 3,92 persen menjadi USD2.380,61.

Beberapa pejabat The Fed menggemakan perlunya kenaikan 50 basis poin pada pertemuan berikutnya. Presiden The Federal Reserve Cleveland Loretta Mester mengatakan suku bunga dengan kenaikan setengah poin masuk akal untuk beberapa pertemuan The Fed berikutnya.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Bisnis.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *