Mira Lesmana, Janda Bolong, dan Resep Pho

Mira Lesmana memamerkan sejumlah koleksi tanamannya yang ditanam di halaman belakang rumahnya pada penghujung Oktober yang panas-kadang mendung waktu itu.

“Tumbuh itu,” kata Mira menunjuk sejumlah tanaman yang ia sebut didapat dari lokasi syuting film terbarunya, Paranoia, di sekitar Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Aglonema, sanseviera, sirih gading, bambu air, hingga cukup banyak tanaman monstera alias janda bolong mengisi pojok-pojok paviliun dan petak tanah di tepi kolam renang Mira Lesmana. Belum lagi sejumlah tanaman perdu lainnya mengisi sisi lain kolam.

Suasana terik dan lembap akibat mendung terasa terobati dari koleksi rumahan Mira Lesmana tersebut dan rindangnya pohon mangga. Ia, yang mengenakan pakaian yang membuatnya nyaman, memang mengaku sebagai “orang rumahan”.

“Saya orang rumahan banget sebenarnya, dalam arti kata selalu ingin merasa nyaman,” kata Mira sambil merapikan rambutnya yang tertiup angin.

Bagi Mira, suasana yang nyaman seperti saat di rumah menjadi kebutuhan di setiap tempat. Itulah alasan dirinya membuat kantor Miles, rumah produksi milik Mira Lesmana dan Riri Riza, dibuat senyaman mungkin bagi yang singgah atau pekerja di sana.

Semua itu dibuat demi bisa menjadi wadah kegemaran Mira lainnya selain membuat film: memasak. Ia mengaku gemar memasak, bahkan sampai niat mencari resep di internet. Dan ketika inspirasi memasak itu datang, Mira harus bisa mewujudkannya.

“Jadi [karena] biasa masak di rumah, di kantor juga ada dapur. Kadang-kadang di kantor masak, kalau lagi pengin atau temuin resep baru saya bilang, ‘Guys I wanna cook’, hari ini gue masak ya,” kata Mira.

Misalnya saja, Mira menemukan resep pho, makanan berkuah dari Vietnam. Entah di rumah atau di kantor, semua orang kudu mencicipi eksperimen Mira Lesmana tersebut.

Cerita itu juga keluar dari Mathias Muchus, suami Mira Lesmana. Mathias dan Mira menikah pada 1990 silam dan dikaruniai dua putra, yakni Galih Galinggis dan Kafka Keandre.

Ketika banyak orang yang mengira Mira Lesmana sosok yang keras nan dominan berkat profesinya sebagai produser, dan lebih sering di luar rumah karena diketahui kerap bepergian, Mathias Muchus justru memandang istrinya tersebut sebagai orang yang tegas dan layaknya ibu pada umumnya.

“Dua hari dalam seminggu itu dia masak, ini bukan karena saya suaminya, tapi masakan dia enak,” ujar Mathias kala berbincang dengan CNNIndonesia.com dalam kesempatan terpisah.

Pria kelahiran Pagar Alam pada 1957 ini membanggakan hidangan Pho yang dibuat Mira beberapa waktu lalu. Mathias bercerita bahwa istrinya itu rutin melihat tutorial memasak Pho di YouTube.

Tak hanya itu, Mira sengaja menggunakan bahan-bahan berkualitas agar cita rasa masakannya sesuai dengan ekspektasinya. Mira bahkan rela menunggu hingga berminggu-minggu sampai bahan-bahan yang diperlukan tersedia di dapurnya.

“Balik dari Bali, YouTube isinya [resep] Pho, baru sekali masak rasanya enak banget,” ujar Mathias.

Kesuksesan Mira dalam memasak rupanya sedikit banyak terpengaruh dari etos kerja sebagai seorang produser film. Mulai dari persiapan yang matang hingga penyuntingan dan pasca produksi, semua sudah tertanam dalam pikiran Mira dan diterapkan dalam berbagai aspek.

Tidak ada yang bisa menyatukan orang seperti makanan. Istilah itu pula yang menjadi andalan Mira Lesmana ketika menghabiskan waktu bersama keluarga. Apalagi, anak sulung Mira memiliki autoimun yang membuat makanan yang bisa dikonsumsi jadi terbatas.

“Itu [memasak] cara dia berkomunikasi, kemudian dia sangat peduli dengan kesehatan anak-anaknya. Dia memang sosok ibu yang ideal di mata gue, sesibuk apapun dia,” ujar Mathias.

Bagi Mira, sifat penyayang keluarga dan tetap membumi walau dikelilingi dengan kesuksesan merupakan hasil didikan dari kedua orang tuanya, Jack Lesmana dan Nien Lesmana.

“Salah satu petuahnya ‘hati-hati sama sukses’. Jadi bukan hati-hati kalau gagal, justru memperingatkan hati-hati kalau sukses, jangan sampai lupa kamu siapa,” ujar Mira.

“Jangan sampai lupa orang-orang yang telah membesarkan kamu, jangan sampai lupa dengan teman dan jangan sedih kalau ada orang-orang yang kayaknya tidak lagi riil ke kamu,” kata Mira menirukan petuah yang ia terima.

Petuah tersebut bak mantra yang jadi pegangan Mira dalam menapaki hidupnya. Tak peduli berapa banyak orang yang datang dan pergi silih berganti dalam kehidupan, Mira akan terus membawa prinsip itu. Hingga suatu hari prinsip itu ia wariskan pada generasi penerusnya.

“Dan tentunya ketika kemudian memiliki keluarga, nilai-nilai itu kembali kita berikan kepada mereka.” kata Mira.

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *