Balik Arah, Dolar AS Mulai Pamer Kekuatan, Apa Faktor Pendukungnya?

Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Investor mencerna data inflasi harga produsen AS terbaru dan proposal Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) untuk memungut bank-bank besar guna mengisi kembali dana asuransi simpanan.

Mengutip Antara, Jumat, 12 Mei 2023, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,56 persen menjadi 102,0525 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun jadi USD1,0918 dari USD1,0976 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun jadi USD1,2512 dari USD1,2622 pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 134,5150 yen Jepang, lebih tinggi dari 134,2610 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8943 franc Swiss dari 0,8895 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3489 dolar Kanada dari 1,3382 dolar Kanada. Dolar AS meningkat menjadi 10,3322 krona Swedia dari 10,2336 krona Swedia.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga produsen (IHP) AS naik 0,2 persen pada April secara bulan ke bulan, lebih rendah dari ekspektasi para ekonom untuk pertumbuhan 0,3 persen. Sebaliknya, pembacaan pada Maret membukukan penurunan bulan ke bulan sebesar 0,5 persen.

IHP AS meningkat sebesar 2,3 persen pada April secara tahun ke tahun, turun dari pertumbuhan 2,7 persen pada Maret. Ini merupakan pembacaan terendah sejak Januari 2021. Para ekonom memperkirakan pertumbuhan 2,5 persen.

Tidak termasuk makanan dan energi, IHP inti naik sebesar 0,2 persen bulan ke bulan, sejalan dengan ekspektasi para ekonom, berlawanan dengan penurunan sebesar 0,1 persen pada Maret. IHP inti naik 3,2 persen tahun ke tahun, turun dari pertumbuhan 3,4 persen pada Maret.

Meskipun angka IHP AS datang sedikit lebih rendah dari yang diharapkan, pengembalian ke wilayah positif setelah kontraksi pada Maret membuat suasana suram di seluruh pasar, kata sebuah catatan oleh Monex USA, penyedia valuta asing, manajemen risiko, dan solusi pembayaran internasional.

Krisis perbankan AS

Perkembangan krisis perbankan regional AS juga mendorong penghindaran risiko. FDIC mengusulkan untuk mengadakan penilaian khusus pada bank-bank besar dengan tingkat simpanan yang tidak diasuransikan yang tinggi untuk mengisi kembali dana asuransi simpanan AS.

FDIC memperkirakan kegagalan Silicon Valley Bank dan Signature Bank awal tahun ini menelan biaya dana asuransi USD15,8 miliar. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran baru meningkat menjadi 264 ribu dalam pekan yang berakhir 6 Mei, lebih tinggi dari ekspektasi para ekonom 245 ribu dan minggu sebelumnya 242 ribu.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Infobanknews

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *