Keruntuhan Sejumlah Bank AS Buat Eropa Turut Kena Getah

Raksasa perbankan Credit Suisse kehilangan hampir seperempat nilainya pada Rabu waktu setempat, di tengah meningkatnya kejatuhan dari runtuhnya dua bank regional di Amerika Serikat (AS). Kondisi itu membuat para investor cemas karena ditakutkan bisa menulari sektor lain.

Mengutip Antara, Kamis, 16 Maret 2023, pada Rabu waktu setempat menandai kedua kalinya dalam tiga sesi perdagangan sejak runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB) California, dan kegagalan berikutnya dari Signature Bank dari New York, saham keuangan Eropa terpukul parah.

Namun demikian, dampak dramatis pada Credit Suisse dalam perdagangan Rabu waktu setempat sebagian besar tidak terduga, karena lembaganya sangat besar. Menurut data 2022 dari Insider Intelligence, Credit Suisse adalah bank terbesar kedua di Swiss dan terbesar ke-17 di Eropa, dengan aset yang dikendalikan sekitar 730 miliar euro (USD772 miliar).

Lembaga Swiss melihat harga sahamnya anjlok sebesar 24 persen dalam perdagangan Rabu waktu setempat, mengakhiri hari di 1,7 franc Swiss dalam perdagangan berat. Di awal sesi saham turun lebih dari 30 persen.

Kejatuhan Rabu waktu setempat adalah sesi penurunan kesepuluh berturut-turut untuk saham perusahaan. Mereka telah kehilangan hampir 40 persen nilainya sejak 3 Maret, ketika saham yang diperdagangkan pada 2,78 franc Swiss. Perkembangan terbaru juga meningkatkan volatilitas franc Swiss dibandingkan dengan euro, dolar AS, dan mata uang utama lainnya.

Bursa saham Eropa merugi

Bursa saham di seluruh Eropa juga dipengaruhi oleh kerugian Rabu waktu setempat. Indeks saham unggulan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt Jerman turun 3,3 persen; di Paris, indeks CAC 40 turun 3,6 persen; di Milan saham tergelincir 4,6 persen; di Madrid turun 4,3 persen; dan di Amsterdam jatuh 2,9 persen.

Dalam banyak kasus, saham sektor keuangan memimpin penurunan karena investor mengkhawatirkan dampak lebih lanjut pada lembaga perbankan.

Aksi jual Credit Suisse dilaporkan dipicu oleh laporan keuangan tahunan yang lebih lemah dari perkiraan, diikuti oleh pengumuman bahwa pemegang saham terkemuka -Saudi National Bank- tidak akan memberikan dukungan keuangan baru melalui akuisisi lebih banyak saham.

Bank sentral Swiss mengatakan bahwa mereka akan memberikan uang tunai kepada Credit Suisse jika diperlukan untuk mempertahankannya, meskipun para pejabat mengatakan bank tersebut tidak berisiko bangkrut. Bank sentral Eropa memberi tahu pemberi pinjaman utama Eropa lainnya untuk memantau eksposur mereka terhadap saham dan obligasi Credit Suisse.

Bank-bank Eropa telah berada di bawah tekanan selama 12 bulan terakhir, dengan tingkat inflasi melonjak di tengah pasokan energi dan masalah perdagangan terkait dengan konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : medcom.id

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *