Rupiah Loyo di Rp15.120 Akibat Pernyataan Bos Bank Sentral AS

Nilai tukar rupiah bertengger di Rp15.120 per dolar AS pada Kamis (9/2) pagi. Mata uang Garuda melemah 24 poin atau 0,16 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,18 persen, baht Thailand melemah 0,16 persen, peso Filipina menguat 0,08 persen, won Korea Selatan melemah 0,33 persen, dan yuan China menguat 0,03 persen.

Dolar Singapura melemah 0,02 persen dan dolar Hong Kong terpantau menguat 0,01 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Senada, mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi. Tercatat euro Eropa menguat 0,10 persen, poundsterling Inggris menguat 0,17 persen, dan franc Swiss melemah 0,01 persen. Lalu, dolar Australia menguat 0,19 persen, dan dolar Kanada melemah 0,02 persen.

Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah melemah hari ini didorong sentimen risk off di bursa saham setelah pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang terlihat dovish, namun diperkirakan tetap menaikkan suku bunga.

“Pernyataan The Fed akan disinflasi namun tetap masih akan menaikkan suku bunga dan kekhawatiran akan tekanan harga dari sektor tenaga kerja berpotensi membuat rupiah melemah,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini diperkirakan naik 3 persen diharapkan akan memberikan dukungan pada rupiah meski terbatas.

Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bakal bergerak di rentang Rp15.050 per dolar AS – Rp15.150 per dolar AS.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Warta ekonomi

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *