Dolar AS Perkasa saat Inflasi AS Memanas

Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melonjak pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB), menyusul laporan inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 1,37 persen menjadi 109,8150.

Mengutip Xinhua, Rabu, 14 September 2022, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD0,9979 dari USD1,0120 di sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,1503 dibandingkan dengan USD1,1679 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,6738 dari USD0,6881.

Sedangkan dolar AS dibeli 144,37 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 142,74 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9607 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9540 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3154 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2984 dolar Kanada.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) AS, yang melacak sebagian besar barang dan jasa, naik 0,1 persen bulan ke bulan dan 8,3 persen tahun ke tahun pada Agustus. Tidak termasuk biaya makanan dan energi yang mudah berubah, IHK naik 0,6 persen dari Juli dan 6,3 persen dari bulan yang sama pada 2021.

Indeks yang lebih tinggi dari yang diperkirakan mendorong dolar AS lebih kuat dan memicu ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga yang lebih besar oleh Federal Reserve (Fed) dalam upaya untuk mengekang inflasi yang kian panas.

The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 225 basis poin dalam empat kenaikan sejak Maret, dengan dua kali kenaikan 75 basis poin berturut-turut pada Juni dan Juli. Pedagang pasar uang memperkirakan kenaikan 75 basis poin ketiga ketika bank sentral bertemu pada 21 September untuk memutuskan suku bunga.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : medcom.id

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *