Gejala Omicron Ringan, Rupiah Semringah ke Rp14.185 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.185 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Jumat (24/12). Mata uang Garuda menguat 48 poin atau 0,34 persen dibanding hari sebelumnya, yakni Rp14.233 per dolar AS.

Sementara, mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat pagi ini. Tercatat, peso Filipina yang menguat 0,06 persen, dan dolar Singapura menguat 0,01 persen, yen Jepang menguat 0,02 persen, ringgit Malaysia menguat 0,04 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,03 persen.

Namun, baht Thailand melemah 0,04 persen terhadap dolar AS. Sementara, yuan China dan dolar Hong Kong bergerak stagnan.

Di sisi lain, mata uang di negara maju bervariasi pagi ini. Terpantau, dolar Kanada melemah 0,05 persen, franc Swiss menguat 0,11 persen, dolar Australia melemah 0,15 persen, dan euro Eropa melemah 0,02 persen.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra meramalkan nilai tukar rupiah masih berada di zona hijau hari ini. Sentimennya masih sama seperti beberapa waktu terakhir, yakni menurunnya kekhawatiran pasar terhadap omicron.

“Nilai tukar rupiah berpeluang menguat hari ini dengan optimisme pasar yang masih berlangsung terhadap omicron,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Beberapa riset, kata Ariston, menyatakan bahwa varian omicron hanya menimbulkan gejala sakit ringan pada penderita. Hal ini membuat pasar lebih tenang dari sebelumnya.

“Optimisme ini mendorong pasar kembali masuk ke aset berisiko,” imbuh Ariston.

Ia memproyeksi rupiah bergerak dalam rentang Rp14.200 per dolar AS sampai Rp14.250 per dolar AS hari ini.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Tribun Manado

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *