Lonjakan Kasus Covid-19 Taiwan Beri Sinyal Tak Boleh Lengah

Taiwan merupakan salah satu kawasan yang dipuji atas keberhasilannya dalam mengendalikan pandemi covid-19. Namun belakangan ini Taiwan mengalami lonjakan kasus, memaksa pemerintah kembali memutar otak untuk memerangi pandemi.

Sejak awal tahun, Taiwan merupakan negara yang berhasil dalam mewujudkan angka satu digit kasus covid-19. Namun bulan ini, Taiwan catat kenaikan kasus yang cukup signifikan, bahkan 7 hari berturut-turut kasus covid-19 diatas 100.

Dikutip dari CNBC, Senin lalu, 17 Mei 2021, Taiwan melaporkan 333 infeksi harian covid-19, dan keseluruhannya merupakan transmisi lokal dan bukan kasus impor. Ini adalah rekor baru setelah pada Sabtu (15 Mei 2021) kasus harian terdata sebanyak 108 dan Minggu (16 Mei 2021) sebanyak 207.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Padahal Taiwan menerapkan kebijakan pembatasan dan cukup ketat, salah satunya melarang kunjungan orang asing.

Seperti dilansir BBC Jumat, 21 Mei 2021, di tingkat lokal, muncul rasa puas diri. Associate Professor Lin Hsien-ho dari National Taiwan University menuturkan, berbagai rumah sakit telah menghentikan tes agresif bagi warga, bahkan bagi mereka yang mengalami gejala umum, seperti demam.

“Ada asumsi umum, bahkan bagi orang yang menunjukkan gejala, tidak mungkin terpapar covid-19,” ungkap Dr Lin kepada BBC. Ia menambahkan, dokter-dokter tidak menganggapnya serius, rumah sakit tidak waspada, mereka tidak melakukan banyak pelacakan kontak.

BBC juga mengungkapkan adanya klaster baru terkait kehadiran pilot-pilot China Airlines yang pernah menginap di Novotel di dekat Bandara Taoyuan. Banyak diantara mereka yang ditemukan terpapar varian Inggris (B117).

Virus tersebut kemudian menyebar ke seluruh komunitas, dan akhirnya menyebar ke “tea houses” Taiwan – tempat hiburan orang-orang dewasa, lapor BBC.

Tentunya Taiwan tidak akan berdiam diri setelah alami lonjakan kasus, berkaca pada langkah-langkah yang diambilnya saat pertama kali mengetahui China melaporkan munculnya virus.

Metro Xinwen pada 18 Mei 2021 mengatakan, setelah melaporkan lebih dari 300 kasus baru covid-19, dan 158 kasus di antaranya terjadi di Kota Taipei,otoritas setempat meningkatkan status siaga ke level III, dan mengumumkan penutupan seluruh tempat publik, mewajibkan semua orang memakai masker saat bepergian.

Sejak pekan lalu pemerintah Taiwan telah melakukan disinfeksi di tempat publik dan jalan-jalan utama untuk meredam laju penyebaran virus. Lebih dari 600 ribu orang di Taiwan melakukan karantina mandiri di rumah selama dua minggu demi meredam penyebaran virus korona. Otoritas kesehatan mendirikan lokasi tes di daerah Wanhua, di mana penduduk bisa melakukan tes covid-19 gratis.

Pusat Komando Epidemi Taiwan juga mengumumkan bahwa mulai hari Rabu, 19 Mei 2021 pukul 00:00 akan diberlakukan penangguhan bagi wna tanpa izin tinggal serta penumpang yang akan transit ke Taiwan. Kebijakan tersebut berlaku hingga 18 Juni mendatang, dan akan disesuaikan tergantung perkembangan situasi. Sekolah-sekolah termasuk TK dan tempat kursus di Taipei dan Kota Taipei Baru juga ditutup hingga tanggal 28 Mei mendatang.

Beberapa negara dan kawasan di dunia sedang menghadapi gelombang kedua, ketiga bahkan keempat pandemi covid-19, Taiwan yang selalu mencatat angka kasus rendah pun juga tiba-tiba mengalami lonjakan.

Hal ini menyadarkan semua orang, bahkan virus ini tidak boleh dianggap remeh, tidak boleh cepat berpuas diri bila berhasil mengendalikan pandemi. Tes terhadap warga tidak boleh longgar, terutama bagi pendatang yang memasuki sebuah kawasan. Protokol kesehatan harus selalu diterapkan.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Medcom.id

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *