Permintaan Diramal Naik, Harga Minyak Melambung

Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (17/6). Lonjakan harga minyak didorong oleh perkasanya pasar saham Wall Street dan perkiraan Badan energi Internasional (IEA) akan permintaan minyak tahun ini.

Mengutip Antara, Rabu (17/6), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik US$1,24 atau 3,1 persen menjadi US$40,96 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik US$1,26 atau 3,4 persen ke posisi US$38,38 per barel di New York Mercantile Exchange.

Optimisme pasar ditopang oleh rekor kenaikan penjualan ritel Mei di Wall Street yang membangkitkan harapan pemulihan ekonomi.

Selain itu, IEA dalam laporan bulannya meramal permintaan minyak akan naik menjadi 91,7 juta barep per hari (bph). Ini lebih tinggi 500 ribu bph dari perkiraan Mei akibat naiknya konsumsi dibanding pada masa lockdown.

Namun, permintaan belum akan normal hingga 2022 akibat industri penerbangan yang masih terseok-seok.

Meski harga minyak menanjak, kenaikan masih bersifat terbatas karena lonjakan kasus virus corona terutama di Amerika Latin dan AS.

Sementara, China meningkatkan pembatasan orang yang meninggalkan Beijing sebagai upaya menghentikan penyebaran virus corona ke provinsi lainnya.

Sebelumnya, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pemulihan ekonomi AS tidak akan terjadi hingga pandemi dapat dikendalikan.

 

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNBC Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *