Rupiah Lesu ke Rp15.076 Imbas Penguatan PDB dan Angka Pengangguran AS

Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp15.076 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Jumat (28/7) pagi. Mata uang Garuda melemah 76 poin atau minus 0,51 persen dibandingkan penutupan di hari sebelumnya.

Senasib, mata uang Asia mayoritas lesu. Yuan China turun 0,06 persen, baht Thailand minus 0,11 persen, won Korea Selatan jatuh 0,34 persen, peso Filipina ambruk 0,56 persen, dan ringgit Malaysia anjlok 0,59 persen.

Hanya rupee India yang menguat 0,07 persen dan yen Jepang tumbuh 0,10 persen. Sedangkan dolar Singapura mandek.

Mata uang utama negara maju juga dominan melemah. Poundsterling Inggris minus 0,01 persen, euro Eropa menguat 0,03 persen, franc Swiss turun 0,01 persen, dolar Australia amblas 0,30 persen, dan dolar Kanada melemah 0,04 persen.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong meramal rupiah bakal melemah. Alasannya, data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat di kuartal II dan klaim pengangguran yang lebih kuat dari ekspektasi.

“Ini memicu naiknya imbal hasil obligasi AS dan prospek suku bunga The Fed,” katanya kepada CNNIndonesia.com.

Ia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp14.950 sampai Rp15.100 per dolar AS pada hari ini.

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Beritasatu.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *