Rupiah Lesu ke Rp15.579 Usai Tekanan Terhadap Dolar AS Berkurang

Nilai tukar rupiah bertengger di level Rp15.579 per dolar AS pada Selasa (10/1) pagi. Mata uang Garuda melemah 12 poin atau 0,08 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia kompak berada di zona hijau. Yen Jepang menguat 0,34 persen, baht Thailand menguat 0,26 persen, peso Filipina menguat 0,48 persen, won Korea Selatan menguat 0,39 persen, dan yuan China menguat 0,24 persen.

Dolar Singapura juga menguat 0,08 persen dan dolar Hong Kong terpantau melemah 0,07 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Begitu juga dengan mata uang utama negara maju yang mayoritas berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,07 persen, poundsterling Inggris melemah 0,05 persen, dan franc Swiss menguat 0,05 persen.

Lalu, dolar Australia juga menguat 0,16 persen, dan dolar Kanada menguat 0,04 persen.

Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah melemah pada pembukaan perdagangan ini setelah pada hari sebelumnya menguat tajam. Hal ini disebabkan oleh meredanya berbagai tekanan terhadap dolar AS.

“Rupiah diperkirakan melemah seiring dengan rebound pada dolar AS dan meredanya sentimen risk-on di pasar,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bakal bergerak di rentang Rp15.550 per dolar AS – Rp15.600 per dolar AS.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Okezone Economy

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *