Huawei Kena Sanksi, Begini Nasib Penguna Telkomsel

Operator selular terbesar tanah air, Telkomsel menyampaikan masih tetap menjalin kemitraan dengan semua vendor yang menjadi mitra bisnis, termasuk Huawei.

Hingga saat ini belum ada keputusan dari Telkomsel terkait masa depan kerjasama dengan Huawei meskipun perusahaan teknologi asal China ini kena sanksi pembatasan oleh Amerika Serikat (AS).

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin mengatakan Telkomsel secara independen selalu memastikan bahwa seluruh perangkat yang digunakan memenuhi regulasi pemerintah dan juga standarisasi Internasional.

“Hingga saat ini kemitraan kami dengan pihak-pihak vendor berjalan secara normal,” kata Denny, kepada CNBC Indonesia, Selasa (11/06/2019).

Denny menambahkan, fokus Telkomsel terus melakukan transformasi digital dan berinvestasi dalam mengimplementasikan roadmap teknologi mobile broadband terdepan untuk menghadirkan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan.

Beberapa waktu lalu, Telkomsel mengumumkan kemitraan strategisnya dengan dua pemain teknologi terkemuka di dunia, Cisco dan Huawei, dalam perhelatan Mobile World Congress 2019 (MWC 2019) di Barcelona. Kerja sama ini merupakan langkah Telkomsel untuk mengembangkan 5G di Indonesia.

Kerjasama dengan Huawei tersebut bukan yang pertama, sebelumnya Telkomsel dan Huawei, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama akselerasi pengembangan ekosistem dan infrastruktur guna mewujudkan Digital Indonesia.

Kerjasama operator lokal dengan Huawei tersebut tentu saja menjadi perhatian. Pasalnya, Telkomsel, yang merupakan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) merupakan operator dengan jumlah pelanggan terbesar di Indonesia.

Sementara, beberapa waktu lalu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Michael Pompeo menyampaikan akan segera menerbitkan ultimatum yang akan membuat negara-negara yang membeli produk Huawei Technology Co masuk ke dalam sebuah daftar khusus.

Ia mengatakan kerja sama antara suatu negara dengan raksasa teknologi China itu dapat membatasi ketersediaan peralatan AS.

“Jika peralatan itu terletak di tempat di mana kami memiliki sistem penting Amerika, hal itu akan membuat kami lebih sulit untuk bermitra bersama mereka,” kata Pompeo kepada wartawan di Budapest, Hongaria, ketika ditanya tanggapannya tentang Huawei.

“Kami ingin memastikan bahwa kami mengidentifikasi peluang dan risiko dengan menggunakan peralatan itu. Dan kemudian mereka akan membuat keputusan,” tambahnya, mengutip the Star Malaysia, Rabu (13/2/2019).

Pernyataan Pompeo tersebut merupakan kelanjutan dari perang dagang dan teknologi antara AS dan China yang dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan teknologi Huawei membahayakan keamanan negara karena tertanam aplikasi pemindai data.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : Berita Bekasi

 

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *