Smile Cegat Film-film Baru Berjaya di Box Office Akhir Pekan

Film thriller menakutkan Smile berhasil mencegat film-film baru bisa berjaya di box office Amerika Utara pada akhir pekan lalu. Film ini duduk di nomor satu pada pekan keduanya.

Pada akhir pekan, Smile sukses mengumpulkan US$17,6 juta, meski angka tersebut turun 22 persen dari pekan pertamanya. Menurut Variety pada Minggu (9/10), Smile menanjak ke puncak box office karena ulasan positif penonton dari mulut ke mulut.

Sejauh ini, Smile berhasil mengumpulkan US$49,8 juta di Amerika Utara dan US$40 juta di luar negeri. Capaian itu menjadi cuan bagi Paramount yang memproduksi film ini dengan bujet ‘hanya’ US$17 juta.

Bukan hanya sekadar mendulang untung, Smile mampu membuat film-film baru tertahan menuju puncak box office. Padahal ada film keluarga Lyle, Lyle Crocodile, dan Amsterdam yang menjalani akhir pekan debut.

Film soal buaya yang bisa bicara, Lyle, Lyle Crocodile, mendulang box office di bawah ekspektasi dengan US$11,5 juta dari 4.350 bioskop yang menayangkan film tersebut.

Angka tersebut masih cukup jauh untuk mengejar bujet produksi film yang merekrut Shawn Mendes sebagai pengisi suaranya itu. Diketahui, film ini berbujet US$50 juta.

Hal serupa juga terjadi pada Amsterdam. Film yang dibintangi banyak nama papan atas Hollywood ini justru tak sanggup masuk ke posisi nomor satu box office.

Film Amsterdam yang dibintangi Christian Bale, Margot Robbi, Chris Rock, Anna Taylor-Joy, Zoe Saldana, hingga Taylor Swift ini hanya mampu mendulang US$6,5 juta dari 3.005 bioskop di Amerika Utara.

Sementara itu, di pasar internasional, film berbujet hingga US$80 juta ini hanya mendulang US$3,5 juta dari 30 negara. Sehingga, box office total sebesar US$10 juta disebut Variety pukulan telak bagi sutradara David O Russell dan Disney.

Menurut Variety, performa loyo Amsterdam disebabkan karena ulasan yang buruk dan promosi yang minim sehingga bisa menjadi kesalahan terbesar pada tahun ini.

Sementara itu, Smile merupakan salah satu film psychological thriller yang menyoroti permasalahan trauma masa lalu dan kutukan.

Cerita Smile dimulai dengan kehidupan dokter Rose Cotter, therapist di salah satu rumah sakit jiwa. Ia bekerja dalam waktu cukup lama karena menghindari mimpi buruk yang kerap menghantuinya.

Mimpi buruk tersebut berhubungan dengan peristiwa masa lalu yang membuatnya menjadi trauma. Oleh sebab itu, ia memilih untuk selalu mengambil pekerjaan dan pasien hingga waktu kerja 80 jam per pekan.

Smile merupakan film hasil adaptasi film pendek Laura Hasn’t Slept karya Parker Finn yang juga berlaku sebagai penulis naskah dan sutradara Smile.

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Sukoharjonews.com

BAGIKAN BERITA INI
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *