Rupiah Melemah Terbatas ke Rp14.848 Berkat Kenaikan Suku Bunga BI

Nilai tukar rupiah dibuka berada di posisi Rp14.848 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (24/8) pagi. Mata uang Garuda melemah 10 poin atau 0,07 persen dari posisi sebelumnya.

Mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi. Yen Jepang melemah 0,10 persen, won Korea Selatan menguat 0,34 persen, dolar Singapura melemah 0,20 persen, dan peso Filipina menguat 0,22 persen.

Yuan China melemah 0,18 persen, baht Thailand melemah 0,15 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,05 persen pada perdagangan pagi ini.

Sedangkan, mata uang utama negara maju kompak berada di zona merah. Euro Eropa melemah 0,22 persen dan poundsterling Inggris melemah 0,20 persen dan dolar Australia melemah 0,45 persen.

Franc Swiss melemah 0,19 persen dan dolar Kanada melemah 0,17 persen.

Senior Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah akan lanjut melemah pada hari ini, setelah menguat pada penutupan kemarin. Penyebabnya, penguatan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi kebijakan suku bunga acuan The Fed.

“Pasar menantikan pertemuan Jackson Hole yang akan dimulai besok dengan antisipasi pidato hawkish dari the Fed Powell (Ketua The Fed Jerome Powell),” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Meski demikian, kenaikan suku bunga yang dilakukan Bank Indonesia pada bulan ini sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen, bakal membuat pelemahan rupiah terbatas.

Lukman memperkirakan hari ini rupiah akan berada di kisaran Rp14.825 per dolar AS hingga Rp14.950 per dolar AS.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Suara.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *