Dolar AS Rebound

Indeks dolar AS berhasil rebound pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Kenaikan ini imbas kekhawatiran serangan Rusia ke Ukraina yang disertai dengan rencana kenaikan suku bunga Fed secara agresif.

Mengutip Antara, Selasa, 15 Februari 2022, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,4 persen pada 96,3090 setelah mencapai 96,4410, tertinggi sejak 1 Februari.

Dolar sedikit berubah terhadap yen Jepang di 115,57, sementara dolar juga hampir datar terhadap franc Swiss di 0,9252 franc. Terhadap dolar, euro turun 0,4 persen pada 1,1301 dolar. Di pasar mata uang kripto, bitcoin naik 0,2 persen di sekitar USD42.169.

Indeks sempat melonjak lebih jauh dalam di perdagangan sore setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak rakyat Ukraina untuk mengibarkan bendera negara itu di gedung-gedung dan menyanyikan lagu kebangsaan secara serempak pada 16 Februari.

Komentar itu menakuti investor hingga melarikan diri ke mata uang safe haven dolar tetapi indeks dolar dengan cepat turun dari level tertinggi itu.

Pejabat Ukraina mengatakan Zelensky tidak memprediksi serangan pada tanggal tersebut, tetapi menanggapi dengan skeptis terhadap laporan media asing.

“Pendorong besarnya jelas adalah ketegangan di Ukraina. Pasar dalam mode risk off (menghindari risiko) secara keseluruhan. Volatilitas tersirat naik,” kata kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments Karl Schamotta.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Indovizka.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *