Utang Rumah Tangga AS Naik Rp14.400 T, Tertinggi 15 Tahun Terakhir

Utang rumah tangga AS naik US$1 triliun atau setara Rp14.399 triliun (kurs Rp14.399) pada 2021. Kenaikan utang ini tercatat yang tertinggi sejak 2007 silam, menurut data Federal Reserve Bank of New York.

Utang rumah tangga AS didorong oleh pembelian rumah dan mobil. Pada kuartal IV saja, utang rumah tangga mencapai US$333 miliar hingga US$15,58 triliun, juga menjadi kenaikan kuartalan berbesar sejak 2007.

“Saldo agregat hipotek yang baru dibuka dan pinjaman mobil meningkat tajam pada 2021,” kata Wilbert Van Der Klaauw, Wakil Presiden Senior di Fed New York, dikutip dari CNN Business pada Selasa (8/2).

Pinjaman rumah yang mencapai rekor tertinggi tahun lalu mendorong utang hipotek naik US$258 miliar pada kuartal IV 2021 menjadi US$10,93 triliun pada akhir Desember.

Pinjaman baru ini distimulasi dengan suku bunga yang seksi, tak ayal para pembeli rumah berlomba untuk mendahului kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Sementara nilai kredit dari mereka yang mengambil hipotek baru sedikit menurun sejak awal pandemi, meski skornya tetap tinggi. Dengan 67 persen hipotek kuartal IV diterbitkan untuk peminjam dengan nilai kredit di atas 760.

Sedangkan untuk saldo pinjaman mobil meningkat sebesar US$15 miliar pada kuartal keempat dan sebesar US$84 miliar sepanjang tahun lalu. US$734 miliar di antaranya merupakan pembukaan rekening pinjaman baru pada 2021, volume terbesar dalam data The Fed.

Kenaikan tajam ini sebagian disebabkan oleh lonjakan harga mobil yang belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang 2021. Laporan tersebut menemukan kenaikan harga berdampak pada semua jenis peminjam kredit mobil. Satu-satunya perbedaan kecil adalah peminjam sub-prime membiayai kendaraan 16 persen lebih sedikit pada 2021 dibandingkan dengan 2019.

Bagi mereka yang membeli mobil pada tahun lalu dengan harga lebih tinggi dan membutuhkan lebih banyak pembiayaan, pinjaman akan diterjemahkan ke dalam pembayaran yang lebih tinggi. Saldo pinjaman rata-rata tercatat tumbuh sekitar 20 persen dan pembayaran bulanan rata-rata untuk pinjaman yang baru dibuka pada 2021 naik 8 persen dari 2020.

Sedangkan saldo kartu kredit meningkat sebesar US$52 miliar pada kuartal IV, yang merupakan peningkatan kuartalan terbesar yang diamati dalam sejarah data selama 22 tahun. Namun, saldo kartu kredit tetap lebih rendah senilai US$71 miliar dari pada akhir 2019.

Meskipun peningkatan utang kartu kredit lebih besar dari yang diharapkan, peningkatan akhir tahun biasa terjadi karena liburan musim dingin. Pada akhir 2021 masih ada beberapa kekhawatiran terkait pandemi tentang ketersediaan barang untuk liburan yang mungkin menyebabkan beberapa pergeseran dalam pengeluaran.

Selain itu, kenaikan harga keseluruhan mungkin telah mendorong pengeluaran untuk orang-orang yang secara teratur membeli paket barang yang sama.

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *