Kemilau Emas Dunia Tergilas Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Emas dunia kembali meredup pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), imbas kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Mengutip Antara, Selasa, 19 Oktober 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD2,6 atau 0,15 persen, menjadi USD1.765,70. Emas berjangka terdongkrak USD3,2 atau 0,18 persen menjadi USD1.797,90 pada Kamis, 14 Oktober 2021.

“Jika imbal hasil terus meningkat, hambatan akan tetap signifikan untuk emas,” kata analis Oanda, Craig Erlam.

Sentimen di pasar keuangan yang lebih luas tetap lemah karena pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat. Sementara lonjakan harga minyak yang tak henti-hentinya memicu kekhawatiran tentang peningkatan inflasi.

Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun membuat investor bertaruh atas kenaikan suku bunga, sementara indeks dolar tetap stabil. Hal ini membebani emas sebagai lindung nilai inflasi lantaran tidak memberikan imbal hasil.

Bahkan, investor pun semakin memperkirakan pengurangan pembelian aset oleh The Fed seiring dengan kenaikan inflasi bulan lalu.

“Jika The Fed mempercepat agenda pengetatan kebijakannya, memperkuat dolar di sepanjang jalan, itu akan melemahkan emas,” kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 8,5 sen atau 0,36 persen, menjadi USD23,264 per ons. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD21 atau 1,98 persen, menjadi USD1.037,90 per ons.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Agincourt Resources

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *