Rupiah Lesu ke Rp14.420, Antisipasi Pidato Gubernur The Fed

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.420 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (26/8) pagi. Posisi tersebut melemah 0,16 persen dibandingkan perdagangan Rabu (15/8) sore di level Rp14.397 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, yen Jepang menguat 0,01 persen, dolar Singapura naik 0,01 persen, won Korea Selatan bertambah 0,08 persen, peso Filipina naik 0,09 persen, ringgit Malaysia naik 0,15 persen, dan bath Thailand menguat 0,09 persen.

Sebaliknya, rupee India turun 0,07 persen dan yuan China koreksi 0,07 persen di hadapan dolar AS.

Sementara itu, mata uang di negara maju kompak lesu terhadap dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris turun 0,05 persen, dolar Australia koreksi 0,14 persen, dolar Kanada turun 0,10 persen, dan franc Swiss melemah 0,01 persen.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh penantian pasar terhadap pidato Gubernur The Federal Reserves (The Fed) Jerome Powell dalam simposium tahunan Jackson Hole akhir pekan ini. Pidato Powell tersebut akan menyampaikan kebijakan moneter bank sentral AS itu.

“Nilai tukar rupiah pun berpeluang kembali tertekan tipis hari ini dengan potensi tekanan ke arah Rp14.410 dengan potensi support di kisaran Rp14.380 per dolar AS,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Ia mengatakan pasar cenderung konsolidasi menanti pengumuman tersebut. Akibatnya, sentimen di pasar pun tampak beragam.

“Pasar kelihatannya berkonsolidasi mengantisipasi pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell mengenai prospek kebijakan tapering tahun ini,” ujarnya.

Namun, ia menuturkan pengendalian covid-19 di dalam negeri yang mulai menunjukkan hasil menahan pelemahan nilai tukar rupiah.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Beritajatim.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *