Harga Minyak Kembali Bergerak Dua Arah

Harga minyak sedikit beragam pada akhir perdagangan Rabu (27/1) waktu Amerika Serikat (AS) atau Kamis (28/1) WIB. Dikutip dari Antara pada Kamis (28/1), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret ditutup di level US$52,85 per barel atau naik 24 sen.

Sementara itu patokan global minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret turun 10 sen ke US$55,81 per barel.

Pergerakan itu terjadi di tengah penurunan tajam persediaan minyak mentah AS. Data pemerintah setempat menunjukkan stok minyak mentah AS turun hampir 10 juta barel pekan lalu ke level terendah sejak Maret.

Itu mengejutkan pasar yang sedang memperkirakan peningkatan stok moderat.

“Pasar diarahkan oleh penurunan pasokan minyak mentah yang signifikan karena industri penyulingan terus mengubah surplus minyak mentah menjadi produk-produk penyulingan,” kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates di Houston.

Pergerakan juga terjadi di tengah keputusan Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol demi mempertahankan dukungan moneter di tengah pandemi.

Memang di tengah sentimen positif itu, minyak mendapatkan bandul pemberat dari kenaikan jumlah kasus virus corona global yang telah melampaui 100 juta kasus .

“Kekhawatiran permintaan akan tetap membayangi harga minyak untuk beberapa waktu,” kata Eugen Weinberg dari Commerzbank.

Apalagi katanya, China sebagai konsumen minyak terbesar kedua, baru-baru ini mengalami kebangkitan virus corona. Data resmi China menunjukkan 75 kasus baru covid-19 yang dikonfirmasi pada Rabu (27/1).

Itu merupakan kenaikan harian terendah sejak 11 Januari.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Kompas.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *