Dolar AS Diramal Ambrol 20%, Harga Emas Bisa Terbang Dong?

Akibat berita baik seputar pengembangan vaksin Covid-19, harga emas pun anjlok ke bawah US$ 1.900/troy ons. Bahkan sampai hari ini Rabu (18/11/2020), harga logam kuning itu belum mampu tembus ke level psikologis tersebut.

Pada 09.15 WIB, harga logam mulia emas di arena pasar spot terkoreksi 0,05% ke US$ 1.877,7/troy ons. Pada perdagangan kemarin, harga emas ditutup terkoreksi 0,52% ke US$ 1.878,6/troy ons.

Setelah Pfizer dan BioNTech, kini giliran Moderna Inc yang melaporkan bahwa kandidat vaksin yang mereka kembangkan memiliki prospek menjanjikan. Tak tanggung-tanggung, kandidat vaksin tersebut diklaim punya keampuhan sampai 94,5%.

Namun yang perlu diingat adalah hasil tersebut merupakan analisa awal dari proses uji klinis tahap terakhir. Meskipun nantinya kandidat vaksin tersebut lolos dan direstui untuk digunakan oleh publik, jalan menuju imunisasi masal dan global masih panjang.

Hanya saja optimisme di pasar menjadi bangkit oleh kabar tersebut, risk appetite para investor dan trader membaik. Alhasil mereka melepas emas dan memburu aset-aset yang lebih berisiko.

Untuk jangka menengah dan panjang analis dan ekonom melihat prospek emas masih positif. Riset terbaru Citi menyebutkan bahwa dolar AS terancam anjlok 20%. Dalam laporannya tersebut Citi juga menyinggung soal vaksin Covid-19.

Ketika nantinya vaksin tersedia dan didistribusikan ditambah dengan kebijakan moneter ultra longgar oleh bank sentral terutama otoritas moneter AS yakni Federal Reserves (the Fed) bakal menyebabkan dolar AS menjadi semakin terdevaluasi.

Dolar AS dan emas berkorelasi negatif kuat. Artinya ketika dolar AS menguat, harga emas cenderung melemah. Begitu juga sebaliknya. Potensi anjloknya dolar AS justru menguntungkan bagi emas.

Koreksi tajam dolar AS bakal memicu terjadinya aliran modal keluar (capital outflow) dari AS. Dana murah di tengah rendahnya suku bunga ini akan mengucur deras ke negara-negara berkembang (emerging market).

Di saat yang sama emas juga masih akan diuntungkan karena imbal hasil riil aset safe haven (minim risiko) lain yaitu obligasi pemerintah AS sudah jatuh ke teritori negatif.

Oleh karena itu Citi melihat harga emas masih mungkin terbang ke atas US$ 2.000/troy ons dan mencetak rekor tertinggi barunya sebelum akhir tahun. Ini adalah sebuah prediksi yang bisa saja benar tetapi bisa juga tidak.

Citi menilai, reli harga emas sepanjang tahun ini hanyalah bagian dari tren reli panjang emas untuk beberapa waktu ke depan.

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : HalloIndo

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *