Bukti Buruknya Dolar AS, Yen di Level Terkuat 4 Bulan

Nilai tukar yen Jepang melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (30/7/2020). Tetapi pelemahan tersebut terjadi setelah mencetak penguatan 5 hari beruntun dan berada di level terkuat dalam lebih dari 4 bulan terakhir. Artinya, pelemahan yen lebih akibat aksi ambil untung (profit taking).

Pada pukul 9:38 WIB, yen diperdagangkan di kisaran 105,05/US$ melemah 0,15% di pasar spot. Sementara total penguatan dalam 5 hari perdagangan sebelumnya sebesar 2,08% mengakhiri perdagangan Rabu kemarin di level 104,91/US$ yang merupakan level terkuat sejak 13 Maret lalu.

Sementara itu melawan rupiah, yen hari ini menguat 0,2% ke Rp 138,17/JPY.

Penyebab buruknya kinerja dolar AS adalah Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan akan tertinggal dalam hal pemulihan ekonomi yang merosot akibat pandemi penyakit virus corona (Covid-19). Jumlah kasus di AS saat ini masih menunjukkan tren kenaikan, sementara negara-negara lain sudah melandai, termasuk Jepang.

Pada 28 Juli lalu, AS melaporkan penambahan kasus baru lebih dari 58 ribu orang, total kasus di Negeri Paman Sam saat ini lebih dari 4,5 juta orang.

Sementara Jepang, pada 29 Juli ada penambahan kasus sebanyak 940 orang, hingga 31.901 kasus.

Kedua negara juga akan mengalami hal yang sama, resesi. Bedannya, Jepang sudah terlebih dahulu mengalami resesi di kuartal I-2020 lalu. Sementara AS baru akan “disahkan” mengalami resesi pada hari ini.

Pada kuartal l-2020 produk domestik bruto (PDB) Jepang dilaporkan minus 1,7% year-on-year (YoY), setelah minus 0,7% YoY pada kuartal IV 2019. Jepang menjadi negara maju pertama yang mengalami resesi di tahun ini.

Resesi di negara dengan nilai perekonomian terbesar ketiga di dunia tersebut masih akan berlanjut di kuartal II-2020, bahkan diprediksi menjadi yang terburuk dalam satu dekade terakhir. Tanda-tandanya yakni ekspor yang terus merosot.

Sementara AS, di kuartal I-2020, perekonomiannya mengalami kontraksi 5%, sementara di kuartal II-2020, hasil polling Reuters menunjukkan PDB diprediksi berkontraksi 34,5% di Forex Factory, benar-benar nyungsep. Sehingga hanya keajaiban yang luar biasa yang bisa membuat AS lepas dari resesi di kuartal II-2020 ini.

Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) saat mengumumkan kebijakan moneter dini hari tadi melihat perekonomian sudah mulai pulih, tetapi masih sangat jauh dari level sebelum virus corona menyerang dunia. Oleh sebab itu, dolar AS masih akan terus mengalami tekanan.

 

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : Asia Times

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *