No Deal Tarif AS-China, Harga Emas Langsung Bersemangat

Pagi ini harga emas di pasar spot mengalami penguatan tipis. Perjanjian dagang fase satu Amerika Serikat (AS) dan China yang dinilai kurang konkret menyasar permasalahan inti menjadi pemicu naiknya harga logam mulia ini.

Rabu (15/1/2020) harga emas di pasar spot menguat tipis 0,06% menyentuh level US$ 1.546,8/troy ons. Hari ini akan jadi hari bersejarah untuk AS dan China. Pasalnya Rabu ini mereka akan menandatangani apa yang disebut kesepakatan dagang fase satu.

Setelah terlibat dalam perang dagang kurang lebih dalam 18 bulan terakhir, pertengahan bulan lalu kedua belah pihak mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk fase awal. Seremoni penandatanganan akan dilakukan di Washington hari ini.

Namun menurut berbagai sumber AS hanya mendiskon tarif untuk berbagai produk China. Tarif yang semula 15% kini dipangkas menjadi setengahnya yaitu 7,5%. Masih adanya penerapan tarif ini dinilai oleh berbagai pihak tak menyasar inti permasalahan secara konkret.

“Ini tidak mengagetkan. Tak ada cetak biru untuk membatalkan tarif. Kami mencium gelagat itu ketika pengumuman pemangkasan tipis beberapa tarif produk dari 15% menjadi 7,5% sementara tarif semua produk lainnya tak berubah,” tutur Peter Boockvar, Kepala Divisi Investasi Bleakley Advisory Group sebagaimana dikutip CNBC International.

Menurut laporan Bloomberg AS dan China akan menelaah dan kemungkinan baru akan memangkas tarif terhitung 10 bulan setelah 15 Januari. Menurut sumber dari Gedung Putih, CNBC International juga melaporkan tak ada kesepakatan mengenai jalur teknis pemangkasan tarif.

Jika memang demikian, bisa dipastikan di sepanjang tahun 2020 tarif yang berlaku masih tinggi, mengingat pada 2017 sebelum genderang perang ditabuh tarif itu tidak ada. Di sisi lain Presiden AS Donald Trump juga mengatakan tak akan ada kesepakatan fase dua hingga pemilu November nanti.

“Asumsinya adalah tarif tidak akan turun sampai ada kesepakatan fase dua dan di lain hari Trump mengatakan tidak akan ada fase dua sampai setelah pemilihan. Keyakinan saya tarif tidak akan turun sampai nanti kesepakatan fase dua. Kita masih terjebak dengan tarif ini yang menghambat aktivitas perdagangan dan manufaktur. ” kata Boockvar.

Dengan perjanjian yang kurang konkret ini proyeksi Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai perlambatan global pada 2020 menjadi tak terelakkan. Hal ini menyebabkan kenaikan tipis harga emas pagi ini. Emas banyak diburu kala kondisi ekonomi dan politik global tak kondusif. Alhasil harganya ikut terangkat. Hal ini teramati di sepanjang tahun 2019, di mana harga emas meroket lebih dari 18% dalam setahun.

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : Seputar Forex

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

 

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *