MU vs Man City, Kais Gelar Sisa di Piala Liga Inggris

Manchester United dan Manchester City bakal berebut tiket ke final Piala Liga, Rabu (8/1) dini hari WIB. Kejuaraan domestik ini sudah lebih dulu ‘ditinggalkan’ Liverpool.

Saat Liverpool lahir kembali menjadi kekuatan yang disegani di Inggris dan mendekati gelar pertama di ajang Premier League dan masih bertahan di Piala FA, MU dan Man City bakal bersaing mengamankan gelar Piala Liga yang sudah tidak lagi diikuti The Reds.

Predikat klub juara dunia yang disandang Liverpool diraih dengan pengorbanan. Saat Juergen Klopp dan anak asuhnya fokus di Doha, Qatar, pada Desember tahun lalu, pemain-pemain muda Liverpool dipaksa menjadi tulang punggung tim pada babak perempat final Piala Liga menghadapi Aston Villa.

Bersama Neil Critchley yang merupakan arsitek Liverpool U-23, skuat yang diperkuat pemain-pemain dengan rata-rata umur 19 tahun 12 hari tak bisa mengatasi perlawanan The Villans. Kalah 0-5, Liverpool lantas mengalihkan pandangan dari Piala Liga dan menatap gelar-gelar lain.

Saat tak ada lagi Liverpool, dua klub asal Manchester merintis asa meraih gelar terdekat yang bisa mereka gapai. Meski masih ada Leicester City atau Aston Villa sebagai calon lawan di partai puncak, kedua kesebelasan bakal menganggap laga sebagai final.

MU dan Man City sama-sama membutuhkan gelar. Sebagai klub yang berstatus ternama, The Red Devils sudah tidak meraih gelar dalam dua tahun terakhir. Setelah gelar Piala Liga 2016/2017 dan trofi Liga Europa pada musim yang sama, tak ada lagi jejak MU di podium juara.

Sementara The Citizens pun haus gelar setelah musim lalu tampil dominan meraih treble domestik di ajang Liga Inggris, Piala FA,dan Piala Liga.

Pertemuan rival sekota pada leg pertama Piala Liga akan berlangsung di Stadion Old Trafford. Modal kemenangan 2-1 pada pertemuan di Liga Inggris pada Desember pasti masih menjadi bahan bakar semangat dan kepercayaan diri anak asuh Ole Gunnar Solskjaer.

MU memang memiliki catatan positif ketika menghadapi klub-klub papan atas saat ini, termasuk Man City. Namun di sisi lain, inkonsistensi menjadi masalah akut MU pada musim ini yang bisa saja memengaruhi performa pada leg pertama.

Demi gelar, Solskjaer kemungkinan bakal menempatkan pemain-pemain terbaik MU di hadapan para pendukung. Selain pemain-pemain yang masuk daftar cedera panjang, seperti Paul Pogba, Scott McTominay, dan Marcos Rojo, beberapa premain lain seperti Luke Shaw, dan Harry Maguire diragukan tampil.

Dengan demikian Marcus Rashford, Fred, serta Sergio Romero berpeluang menjadi starter untuk mengamankan pertemuan pertama dan berharap bisa lebih santai pada pertemuan kedua yang akan berlangsung akhir Januari mendatang.

MU dituntut untuk memainkan performa apik seperti yang dipertontonkan pada laga melawan Man City di paruh pertama Liga Inggris. Ketika itu Rashford dan kawan-kawan mendapat banyak pujian lantaran sempurna di belakang dan di depan.

Serupa dengan MU, Man City pun diprediksi memenuhi daftar susunan pemain inti dengan nama-nama besar. Setelah rotasi skuat di ajang Piala FA akhir pekan lalu, Pep Guardiola bisa memainkan kembali Gabriel Jesus, Raheem Sterling, dan Kevin De Bruyne.

Untuk menghindari kekalahan seperti pada pertemuan pertama musim ini, Man City harus bermain dengan performa yang stabil selama 90 menit. Keberhasilan MU meraih tiga poin di Etihad, pada Desember 2019, tidak lepas dari penampilan Man City yang kurang mantap pada babak pertama.

Kuartet lini belakang Man City juga wajib mewaspadai serangan balik cepat yang menjadi sumber kekalahan dari MU pada pertemuan pertama musim ini.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : cnnindonesia.com

 

 

 

 

[social_warfarebuttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *