Tak Seperti Biasanya, Harga Emas Akhir-akhir Ini Cuek Parah

Harga emas dalam beberapa hari terakhir enggan beranjak jauh-jauh. Sejak awal pekan, harga emas berada di rentang US$ 1.475 – US$ 1.478 per troy ons.

Jumat (20/12/2019), harga emas melemah tipis cenderung flat dibanding harga penutupan. Harga emas di pasar spot terpangkas 0,05% menjadi US$ 1.478,66/troy ons. Harga emas seolah enggan beranjak dari tempatnya sekarang, padahal banyak isu yang berpotensi mengerek naik si logam mulia.

Emas merupakan aset minim risiko (safe haven) yang diburu oleh investor ketika kondisi ekonomi dan politik global diwarnai dengan ketidakpastian. Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) & China yang sudah berlangsung 18 bulan terakhir memicu harga emas melesat dobel digit sepanjang tahun ini.

Walaupun pekan lalu AS dan China mengumumkan tercapainya kesepakatan dagang fase-I, tetap saja detail poin dalam kesepakatan tersebut masih belum jelas. Kabar yang menyeruak ke permukaan adalah Presiden AS Donald Trump membatalkan penerapan tarif yang sejatinya berlaku pada 15 Desember pada produk impor asal China senilai US$ 160 miliar.

Trump juga mengatakan bahwa bea masuk sebesar 15% terhadap produk impor asal China senilai US$ 120 miliar nantinya dipangkas jadi 7,5% saja. Di sisi lain Beijing berkomitmen untuk membeli produk pertanian AS tambahan senilai US$ 32 miliar.

Pembelian produk pertanian asal AS memang dikonfirmasi oleh pihak China. Namun pihak Beijing yang diwakili oleh Wakil Menteri Pertanian. dan Pedesaan Han Jun tidak membeberkan berapa nilainya.

Melansir CNBC International, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang kerap kali mengelak ketika ditanya terkait detail kesepakatan tersebut. Artinya, perkembangan hubungan dagang Washington dan Beijing masih menyisakan tanda tanya dan diliputi ketidakpastian. Beberapa kabar menyebut keduanya akan menandatangani kesepakatan fase-I ini awal Januari nanti di Washington.

Masih dari AS, kabar paling hangat yang jadi sorotan adalah pemakzulan Trump oleh DPR. Trump didakwa atas dua pasal. Pasal pertama dikenakan pada Trump atas penyalahgunaan kekuasaan dengan menggunakan kekuatan eksternal untuk menjegal lawan politiknya Joe Biden di pemilu November tahun depan.

Trump dikabarkan tersambung dalam saluran telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Trump menawarkan dana senilai US$ 400 juta untuk Ukraina, tetapi meminta Zelensky melakukan investigasi pada lawan politiknya Joe Biden dan anaknya Hunter Biden.

Joe Biden merupakan mantan wakil presiden era Barrack Obama, sedangkan Hunter Biden pernah menduduki jajaran direksi di perusahaan gas Ukraina Burisma Holding Ltd. Peran Biden di Burisma Holding Ltd mendapat pengawasan ketat menyusul tuduhan Joe Biden secara tak etis membantu kepentingan bisnis anaknya di Ukraina.

Trump juga dikenakan pasal lain karena dinilai menghalangi kongres untuk melakukan penyelidikan terkait pasal pertama. Oleh sebab itu, secara resmi DPR AS setuju untuk memakzulkan Trump.

Namun AS menganut sistem bikameral alias dua kamar yaitu DPR dan Senat. Selanjutnya sidang akan bergulir di Senat untuk menentukan Trump akan lengser atau tidak.

Berbeda dengan DPR yang dikuasai oleh Demokrat, dari 100 anggota senat AS sebanyak 53 anggota berasal dari Republik. Untuk benar-benar dapat menggulingkan Trump setidaknya dibutuhkan 2/3 suara atau 67 voter.

Dinamika yang terjadi membuat harga emas galau. Namun dengan segala risiko terhadap ketidakpastian yang ada, harga emas punya ruang untuk bergerak naik.

 

 

 

 

 

Sumber : .cnbcindonesia.com
Gambar : SINDOnews

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *