Posisi Dolar AS Setelah Data NFP Kuat Pekan Lalu

Memulai perdagangan forex sesi Asia awal pekan hari Senin (08/07), dolar AS dibuka lebih rendah dari posisi tertinggi 2 pekan yang dicapai pada akhir perdagangan pekan lalu. Namun masih mampu bergerak naik meskipun volume perdagangan masih terbatas.

Akhir pekan lalu dolar AS terangkat tinggi oleh lonjakan imbal hasil obligasi ke posisi atas 2 persen setelah selama sepekan lebih bergerak dibawah 2 persen karena ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve AS. Namun harapan penurunan suku bunga tersebut telah dipatahkan data NFP AS yang dirilis pada Jumat lalu (05/07).

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya sedang bergerak naik tipis dari posisi pembukaan 97.23 ke posisi 97.24. Namun jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya turun 0,04%. Pekan lalu dolar berhasil mencetak kenaikan mingguan setelah sebelumnya terancam melemah.

Hari Jumat lalu Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan kondisi pasar tenaga kerja negeri tersebut yang meningkat dalam data NFP periode bulan Juni. Data NFP menunjukkan tenaga kerja naik 234.000 sedangkan periode bulan sebelumnya hanya naik 72.000, dan diekspektasikan naik 162.000.

Meningkatnya data NFP yang menjadi fokus perdagangan pasar keuangan global sepanjang pekan lalu mematahkan harapan penurunan suku bunga Federal Reserve. Pudarnya harapan pasar ini membuat imbal hasil obligasi AS melonjak ke posisi atas 2 persen dari posisi terendah sejak Agustus 2016.

Untuk perdagangan hari ini, pasar masih dipengaruhi rilis data NFP pekan lalu, analyst vibiz research center memperkirakan posisi resisten 97.60 – 98.25. Dan jika terjadi pergerakan sebaliknya akan turun menemui posisi support berada di 96.82 – 95.80.

 

 

 

 

 

Sumber : vibiznews.com
Gambar : Businesstoday.id

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *