Rupiah Layu ke Rp14.934 per Dolar AS Imbas Aksi Ambil Untung

Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp14.934 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (5/4) pagi. Mata uang Garuda melemah 36 poin atau minus 0,24 persen dibandingkan penutupan di hari sebelumnya.

Namun, mayoritas mata uang Asia menguat. Dolar Singapura naik 0,05 persen, yen Jepang tumbuh 0,06 persen, peso Filipina naik 0,12 persen, baht Thailand plus 0,23 persen, dan won Korea Selatan meroket 0,27 persen.

Sedangkan pelemahan dialami dolar Hong Kong yang turun 0,01 persen, yuan China minus 0,02 persen, dan rupee India anjlok 0,19 persen.

Mata uang utama negara maju juga mayoritas menguat. Poundsterling Inggris minus 0,08 persen, euro Eropa menguat 0,05 persen, franc Swiss naik 0,06 persen, dolar Australia plus 0,22 persen, dan dolar Kanada naik 0,10 persen.

Senior Analis DCFX Lukman Leong memproyeksi rupiah bakal melemah. Ia mengatakan penguatan besar rupiah belakangan ini rentan aksi profit taking.

“Rupiah berpotensi melemah di tengah sentimen risk off di pasar, namun penurunan pada imbal hasil obligasi dan indeks dolar AS yang turun akan membatasi perlemahan,” katanya kepada CNNIndonesia.com.

Ia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp14.850 sampai Rp15.050 per dolar AS pada hari ini.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Okezone Travel

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *