Harga Minyak Turun Usai China Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

Harga minyak mentah dunia dibuka lebih rendah pada perdagangan Senin (6/3), setelah China menetapkan target sederhana alias moderat untuk pertumbuhan ekonomi 2023 mereka di angka 5 persen.

Target negara konsumen minyak terbesar kedua dunia ini lebih rendah dari ekspektasi pasar, yakni 5,5 persen.

Dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun tipis 0,6 persen menjadi US$85,33 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,6 persen atau US$79,22 per barel.

Harga minyak kemungkinan akan terpengaruh oleh kenaikan suku bunga di seluruh dunia. Pasalnya, bank sentral global memperketat kebijakan imbas kekhawatiran kenaikan inflasi.

Kenaikan suku bunga Amerika Serikat oleh The Fed di masa depan juga kemungkinan akan bergantung pada laporan inflasi AS pada Februari, yang akan dirilis minggu depan. Negara Paman Sam ini merupakan konsumen minyak tertinggi nomor satu dunia.

Selama akhir pekan, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan pihaknya sangat mungkin menaikkan suku bunga bulan ini untuk membatasi inflasi.

Sementara itu, Bank sentral Australia diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Selasa.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *