Bali United Vs Persib – Serdadu Tridatu Compang Camping Hadapi Maung Bandung

Bali United sedang compang camping jelang laga pekan ke-23 Liga 1 2022-23 melawan Persib Bandung yang akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo Sleman, Jumat (10/2/2023).

Tim berjulukan Serdadu Tridatu ini dirundung sejumlah masalah yang membuat mereka tidak bisa tampil maksimal.

Konsistensi menjadi masalah utama. Sejak putaran kedua dimulai, tim besutan Stefano Cugurra belum mencicipi kemenangan, hanya mencatatkan dua seri dan dua kekalahan.

Masalah performa ini semakin kentara pada dua pekan terakhir saat menghadapi dua tim papan bawah.

Bali United nyaris kalah pada pekan ke-20 melawan RANS Nusantara FC yang berakhir imbang 4-4. Kemudian, mereka secara mengejutkan kalah dari Barito Putera 1-2 pada pekan ke-22.

Sebuah hal yang tidak biasa melihat tim semewah Bali United kewalahan melawan tim papan bawah yang sedang berkutat dengan masalah performa juga.

Kondisi ini sempat membuat kapten Bali United frustrasi dan meluapkan kekecewaannya pada sesi konferensi pers usai laga melawan Barito Putera lalu.

Namun Stefano Cugurra memastikan kondisi tim saat ini sudah kembali kondusif.

“Mayoritas pemain punya pengalaman. Pasti mereka sudah pernah di situasi yang sama, yakni berapa pertandingan tidak menang. Pasti mereka sudah keluar dari situasi ini,” ucapnya.

Masalah lainnya adalah rapuhnya lini belakang. Saat ini Serdadu Tridatu sudah kebobolan sebanyak 11 kali dari empat pertandingan.

Jumlah kebobolan ini terbanyak kedua setelah RANS Nusantara yang kebobolan 13 gol.

Ini juga menjadi hal yang mengherankan karena gawang Bali United dikawal kiper terbaik Indonesia, Nadeo Argawinata.

Sedangkan lini pertahanan diisi pemain-pemain sarat pengalaman yang dikenal sebagai bek-bek petarung.

Ditengarai hilangnya William Pacheco merusak keseimbangan lini belakang. Kehadiran pemain baru Wellington yang didatangkan masih membutuhkan waktu beradaptasi.

Selain itu, jika diperhatikan lebih jauh lagi Bali United mudah kebobolan saat menit-menit akhir. Tercatat enam dari 11 gol yang bersarang dicetak lawan di atas menit ke-70.

“Kesalahan dari pertandingan terakhir bukan dari faktor fisik. Tapi cuma hilang konsentrasi,” ujar pelatih yang biasa disapa Teco.

Masalah semakin berat untuk Bali United karena kehilangan pemain katalisnya saat melawan Persib, yakni Ilija Spasojevic. Ia terpaksa menepi karena akumulasi kartu kuning.

Sejauh ini Spaso menjadi penyerang paling diandalkan dengan torehan 11 gol dan satu assist. Absennya pemain naturalisasi ini tentu mengurangi daya gedor Bali United.

Namun Teco tak mau ambil pusing. Ia menegaskan Bali United masih memiliki banyak pemain berkualitas.

“Situasi normal di sepak bola. Pasti waktu tim komplit tentu lebih kuat. Tapi tahun ini kami sering punya pemain akumulasi kartu atau cedera,” pungkasnya.

Di sisi lain Persib Bandung justru dalam kondisi sebaliknya. David da Silva dkk berada dalam performa terbaiknya di bawah pelatih Luis Milla.

Tim berjuluk Maung Bandung saat memegang rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah Liga 1, yakni 14 pertandingan beruntun.

Dari jumlah tersebut, Maung Bandung menorehkan 12 kemenangan dan hanya dua kali meraih hasil imbang.

Selain itu, Persib juga menjadi tim paling solid di putaran kedua. Mereka baru kebobolan satu gol saja.

 

 

Sumber : kompas.com
Gambar : Bola Kompas

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *