Banjir Kepung Permukiman Manggala Makassar, Ratusan Warga Mengungsi

Ratusan rumah warga yang berada di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi selatan, dikepung banjir dengan ketinggian variatif, mulai dari tiga puluh centimeter hingga dua meter.

Setidaknya sebanyak 666 warga pun mengungsi ke rumah keluarga maupun ke masjid karena banjir itu.

Hujan yang mengguyur selama dua hari terakhir mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir. Seperti yang terjadi di pemukiman warga yang berada di Blok 10 dan 8 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala yang merupakan langganan banjir ketika musim hujan tiba.

Akibatnya, puluhan kepala keluarga (KK) yang bermukim di daerah langganan banjir tersebut, pun mengungsi. Proses evakuasi pengungsian warga itu menggunakan perahu karet.

Meski di daerah itu telah dibangun sebuah kolam regulasi, namun tetap saja tak memberikan solusi atas masalah banjir yang sering terjadi.

“Harusnya ada solusi yang ditangani pemerintah setempat, supaya tidak terjadi setiap tahun,” kata warga terdampak, Sunarti, Minggu (25/12).

Banjir di kawasan ini pun sudah menjadi masalah klasik bagi warga, dengan sejumlah perabotan elektronik seperti TV yang rusak serta mobil maupun motor mengalami kerusakan.

“Dalam satu tahun banjir 2-3 kali, alat perabotan televisi dan kulkas lumayan banyak kalo setiap tahun harus ganti. Apalagi kendaraan bermotor itu juga lumayan karena berapa kali harus diperbaiki,” ungkapnya.

Sebagian warga di pemukiman yang terbilang cukup padat itu ada yang memilih mengungsi ke rumah keluarga, sebagiannya lagi bertahan di lokasi pengungsian Masjid Al-Muttaqin, berkumpul dengan sanak keluarga beralaskan tikar bahkan ada juga warga yang memilih bertahan di lantai 2 rumahnya.

Menurut salah satu warga, Hamsir, banjir tahunan ini bukan lagi melulu soal tingginya intensitas hujan melainkan bablasnya pembangunan hingga mengabaikan penyerapan air.

“Pelarian air satu-satunya ke sungai Tello sudah menyempit. Tinggal di sini dari tahun 1988, mulai banjir sejak tahun 1998-1999 setelah pembangunan di bukit,” kata Hamsir.

Titik pengungsian korban banjir

Pemerintah Kota Makassar, menyiapkan belasan titik lokasi pengungsian bagi korban terdampak banjir di Blok 8, 9 dan 10, Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, dan di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya Makassar, Sulawesi Selatan.

“Kita sudah siapkan posko. BPBD juga menyiapkan peralatan dapur umum dan mobil serta perangkatnya. Dinas sosial membawa bahan masaknya. Alhamdulillah, akan dibuatkan makanan untuk seluruh pengungsi,” kata Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat peninjauan di posko pengungsian Perumnas Antang, Minggu, seperti dikutip dari Antara.

Beberapa titik pengungsian telah disiapkan seperti di Masjid Jabal Nur, kemudian di Masjid Anwar, Masjid Makkah, Masjid Nurul Jihad, Posyandu, Masjid Al-Muhajirin, Masjid Al-Mukarramah, termasuk rumah warga dan di lapangan.

Selain titik mengungsi, Pemkot Makassar melalui Dinas Sosial dan BPBD juga menyiapkan bantuan dapur umum, memberikan bantuan sembako, selimut, terpal, sarung dan obat-obatan.

Pria disapa akrab Danny Pomanto ini mengatakan, untuk mengatasi bencana tahunan ini sudah memerintahkan camat setempat untuk mengumpulkan seluruh elemen masyarakat agar membuat forum khusus.

Hal ini agar mengetahui bagaimana aspirasi masyarakat dapat diterima sekaligus membahas banyaknya aliran air yang tertutup hingga meluber ke rumah warga.

BPBD Kota Makassar mencatat setidaknya 3.046 unit rumah terdampak bencana banjir akibat meluapnya air muka sungai dipicu intensitas hujan sedang hingga lebat selama masa puncak cuaca ekstrim sejak 24-25 Desember 2022.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin menyebutkan, berdasarkan data per 25 Desember 2022, pukul 20.00 Wita, ada 46 titik banjir tersebar di 16 Kelurahan.

Meliputi tiga kecamatan yakni Kecamatan Manggala, Biringkanaya dan Tamalanrea. Jumlah warga yang terdampak banjir tercatat 7.859 jiwa dengan 2.336 Kepala Keluarga (KK), sedangkan jumlah rumah terdampak banjir sebanyak 3.046 unit.

“Ada 16 unit posko pengungsian aktif bagi penyintas di tiga kecamatan yakni, Kecamatan Mangala, Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea. Jumlah pengungsi sementara ini di semua posko tercatat sebanyak 1.054 jiwa atau 271 KK,” sebut Hendra.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *