Rupiah Melemah ke Rp15.604 Usai Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.604 per dolar AS pada Selasa (20/12). Mata uang Garuda melemah 8 poin atau 0,05 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi. Dolar Hong Kong plus 0,01 persen, peso Filipina turun 0,03 persen, dan rupee India tumbuh 0,30 persen, dolar Singapura menguat 0,21 persen.

Kemudian, won Korea Selatan turun 0,08 persen, yen Jepang plus 0,39 persen, ringgit Malaysia naik 0,19 persen, baht Thailand menguat 0,25 persen, dan yen China menguat 0,08 persen.

Mata uang negara maju juga bergerak bervariasi. Poundsterling Inggris melemah 0,01 persen, euro Eropa minus 0,05 persen, dolar Kanada turun 0,05 persen, franc Swiss tumbuh 0,18 persen, dan dolar Australia melemah 0,10 persen.

Analis DCFX Futures Lukman Leong memprediksi pergerakan rupiah tertekan oleh penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi AS.

“Sentimen risk-off di pasar oleh kekuatiran perlambatan ekonomi juga menekan rupiah,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Hari ini, Lukman memperkirakan berada di level Rp15.550 – Rp15.5650 per dolar AS.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Market Bisnis

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *