Harga Minyak Anjlok Lebih dari 3%

Harga minyak jatuh lebih dari tiga persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mengikuti pasar saham AS yang lebih rendah. Ini terjadi setelah data sektor jasa AS menimbulkan kekhawatiran Federal Reserve dapat melanjutkan jalur pengetatan kebijakan agresifnya.

Melansir Antara, Selasa, 6 Desember 2022, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari tergelincir USD2,89 atau 3,4 persen, menjadi USD82,68 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari juga merosot USD3,05 atau 3,8 persen menjadi USD76,93 per barel.

Kedua harga acuan minyak tersebut pada awalnya naik lebih dari USD2, sebelum berbalik arah. Selama sesi tersebut, kontrak bulan depan WTI mulai diperdagangkan lebih rendah dari harga setengah tahun, struktur pasar yang disebut contango, yang menyiratkan kelebihan pasokan.

Seperti diketahui, aktivitas industri jasa AS secara tak terduga meningkat pada November, dengan ketenagakerjaan pulih kembali, menawarkan lebih banyak bukti tentang momentum yang mendasari ekonomi ketika bersiap menghadapi resesi yang diantisipasi tahun depan.

Berita itu menyebabkan pasar minyak dan saham mengurangi keuntungan mereka.

Data tersebut kemudian mematahkan harapan Fed dapat memperlambat kecepatan dan intensitas kenaikan suku bunga di tengah tanda-tanda dari inflasi yang surut baru-baru ini.

“Kegelisahan ekonomi makro tentang The Fed dan apa yang akan mereka lakukan pada suku bunga mengambil alih pasar,” kata Analis Grup Price Futures, Phil Flynn.

Mendukung pasar sebelumnya, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia atau OPEC+ sepakat untuk tetap memangkas produksi sebesar dua juta barel per hari (bph) mulai November hingga 2023.

“Keputusan itu tidak mengherankan, mengingat ketidakpastian di pasar atas dampak larangan impor minyak mentah Rusia oleh Uni Eropa mulai 5 Desember dan pembatasan harga G7,” kata Wakil Presiden Konsultan Wood Mackenzie, Ann-Louise Hittle.

“Selain itu, kelompok produsen menghadapi risiko penurunan dari potensi pelemahan pertumbuhan ekonomi global dan kebijakan nol covid Tiongkok,” imbuhnya.

Negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dan Australia pekan lalu juga telah menyepakati batas harga USD60 per barel untuk minyak Rusia lintas laut.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Bisnis.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *