Isu Kenaikan Harga Pertalite Tekuk Rupiah ke Rp14.903

Nilai tukar rupiah berada di level Rpp14.903 per dolar AS pada Selasa (23/8) pagi. Posisi itu melemah 12 poin atau 0,08 persen dari Senin (22/8) sore kemarin.

Mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi. Yen Jepang menguat 0,14 persen, won Korea Selatan melemah 0,05 persen, dolar Singapura menguat 0,07 persen, dan peso Filipina melemah 0,08 persen.

Yuan China melemah 0,04 persen, baht Thailand melemah 0,01 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen pada perdagangan pagi ini.

Sejalan, mata uang utama negara maju terlihat bervariasi. Euro Eropa melemah 0,04 persen dan poundsterling Inggris menguat 0,04 persen dan dolar Australia menguat 0,25 persen.

Franc Swiss menguat 0,04 persen dan dolar Kanada menguat 0,15 persen.

Senior Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah masih tertekan akibat kembalinya sentimen risk off di pasar oleh kekhawatiran pasar atas resesi dan ekspektasi pada kenaikan suku bunga the Fed yang lebih agresif.

“Dari domestik pasar masih menantikan keputusan BI yang semakin sulit untuk mempertahankan suku bunga di tengah ekspektasi kenaikan harga BBM (pertalite) yang akan semakin meningkatkan inflasi,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Lukman memperkirakan, hari ini rupiah akan berada di kisaran Rp14.825 per dolar AS hingga Rp14.975 per dolar AS.

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Suara.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *