The Fed Masih Gunakan Pendekatan Terukur untuk Naikkan Suku Bunga

Beberapa pejabat Federal Reserve, baik secara pribadi maupun publik, menolak seruan Presiden Fed St Louis Jim Bullard yang menyerukan kenaikan suku bunga super besar. Adapun The Fed berupaya menaikkan suku bunga sesuai ukuran agar tidak menimbulkan guncangan terhadap pasar keuangan.

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic menegaskan pandangannya tidak berubah untuk adanya kenaikan suku bunga sebanyak tiga atau empat kali di tahun ini. Pernyataanya keluar setelah laporan tingkat inflasi AS yang menyentuh level tertinggi lagi di Januari 2022.

“Kenaikan suku bunga tahun ini kemungkinan dimulai dengan kenaikan 25 basis poin,” kata Bostic, dilansir dari CNBC International, Minggu, 13 Februari 2022.

Pernyataan tersebut adalah pandangan yang sama yang dia berikan sebelum laporan inflasi. Adapun kenaikan satu basis poin sama dengan 0,01 persen. Adapun laporan menunjukkan indeks harga konsumen naik 7,5 persen dari tahun ke tahun di Januari 2022 dan merupakan tertinggi baru 40 tahun.

Bullard mengaku ingin melihat pengetatan kebijakan moneter dengan adanya kenaikan suku bunga 100 basis poin di kantong pada Juli, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga 50 basis poin. Sementara itu, saham, yang sebenarnya mengabaikan laporan inflasi, dijual tajam setelah komentar Bullard dan imbal hasil obligasi melonjak.

Pergerakan 25 basis poin dalam imbal hasil bertenor dua tahun adalah kenaikan satu hari terbesar sejak krisis keuangan global pada 2009. Pasar memperkirakan hampir pasti kenaikan 50 basis poin pada Maret, meskipun Bullard sendiri mengatakan dia ragu-ragu tentang hal itu.

Sedangkan Presiden Fed Richmond Tom Barkin mengaku dirinya harus diyakinkan tentang perlunya kenaikan suku bunga 50 basis poin. Ia tidak menampik ada waktu untuk menaikkan suku bunga sebanyak itu, tetapi tampaknya tidak sekarang ini.

“Bukan preferensi saya (untuk The Fed menaikkan suku bunga sebanyak 50 bps),” pungkas Presiden Fed San Francisco Mary Daly setelah laporan inflasi.

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Media Asuransi

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *