Jerman Sebut Banjir Eropa Mengerikan, Total Korban 188 Orang

Total korban tewas akibat banjir yang melanda sebagian wilayah Eropa bertambah menjadi 188 orang pada Minggu (18/7).

Kanselir Jerman Angela Merkel menggambarkan banjir bandang tersebut mengerikan setelah negaranya menjadi yang paling parah terdampak bencana tersebut.

“Ini menakutkan. Bahasa Jerman hampir tidak bisa menggambarkan kehancuran yang terjadi akibat banjir,” kata Merkel kepada penduduk Kota Adenau di Negara Bagian Rhineland-Palatinate pada Minggu (18/7).

Sejak 12 Juli lalu, sejumlah wilayah di Inggris, Austria, Belgia, Jerman, Luksemburg, Belanda, Swiss, hingga Italia, dilanda banjir bandang akibat intensitas hujan lebat dan sungai yang meluap.

Banjir bandang yang menerjang Jerman kali ini disebabkan oleh cuaca buruk yang menghantam wilayah Eropa dalam beberapa hari terakhir.

Di Jerman sendiri, banjir bandang telah menewaskan sedikitnya 157 orang dalam beberapa hari terakhir. Rhineland-Palatinate menjadi negara bagian yang paling parah terdampak banjir.

Situasi di selatan Jerman semakin memburuk setelah banjir bandang turut menerjang distrik Bavaria selama akhir pekan kemarin.

Jalanan kota berubah menjadi sungai dengan arus air yang deras. Banyak kendaraan hanyut dan terkubur lumpur tebal. Ratusan petugas tim SAR masih mencari korban selamat

Merkel menganggap banjir tahun ini merupakan bencana alam terburuk di Jerman sejak enam dekade terakhir. Ia berjanji pemerintah akan menggelontorkan bantuan finansial secepat mungkin kepada warga di wilayah terdampak banjir.

“Kami tidak siap untuk bencana ini,” kata Administrator Distrik Berchtesgadener Land Bernhard Kern seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, di Belgia sekitar 163 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang. Pemerintah Perdana Menteri Alexander De Croo mengerahkan personel militer ke Kota Pepinster demi membantu evakuasi korban banjir.

Akibat banjir, listrik di beberapa bagian wilayah Eropa terdampak bencana ikut terputus. Hal itu menyebabkan akses komunikasi terputus sehingga menambah sulit proses evakuasi.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *