Dikalahkan Chelsea, Klopp Enggan Membesar-besarkan Penggantian Salah

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, membantah bahwa keputusannya mengganti Mohamed Salah di menit ke-62 dalam laga menghadapi Chelsea bukanlah hal besar. Klopp mengatakan bahwa keputusan itu dilakukannya karena menurutnya penyerang asal Mesir tersebut tidak dalam keadaan segar.

Hal ini disampaikan Klopp melihat reaksi kecewa Salah ketika pemain tersebut digantikan oleh Alex Oxlade-Chamberlain dalam posisi Liverpool tertinggal 0-1. Sampai akhir pertandingan, skor tetap 0-1 untuk Chelsea sekaligus menjadi lima kekalahan kandang beruntun yang pertama bagi Liverpool dalam 129 tahun sejarah klub.

“Alasan untuk mengganti (Salah) adalah saya bisa mengganti pemain yang lain juga tetapi alasan (sebenarnya) dia tampak seperti merasakan intensitas dan saya tidak ingin menempatkan dia dalam risiko. Itu saja,” ucap Klopp sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Ini benar-benar jarang dan biasanya Mo (sapaan Salah) tampak segar sampai akhir pertandingan. Saya pikir dia tidak tampak segar lagi. Dua atau tiga tahun terakhir tidak ada hubungannya dengan itu.”

Kekalahan atas Chelsea merupakan yang keempat dalam lima pertandingan terakhir dan menjadi pukulan telak bagi juara bertahan Liga Primer Inggris tersebut dalam persaingan meraih gelar. The Reds–julukan Liverpool–kini tercecer di posisi ketujuh klasemen dengan selisih 12 angka dari Manchester City di posisi puncak.

Costume That Makes Actresses Beneath Practically Unrecognizable
Klopp menganggap skuatnya tidak bisa bermain luwes dalam momen menentukan pada beberapa pertandingan terakhir. Pelatih asal Jerman itu juga mengatakan bahwa ia meminta pemainnya untuk tampil dalam level yang berbeda untuk keluar dari situasi sulit.

“Saya beritahu kepada anak-anak apa yang saya lihat malam ini. Ini bukan kami melakukan permakluman apapun saat ini. Pertandingan diputuskan dalam momen-momen dan untuk mendapatkan momen itu Anda harus bertarung,” kata Klopp.

“Dalam beberapa momen Anda harus bertarung di level berbeda. Itu yang saya katakan kepada anak-anak. Ini bukan soal taktik atau sesuatu seperti itu. Ini benar-benar soal keluwesan. Ini soal hati. Saya tidak bilang anak-anak tidak menunjukkan hati mereka.”

Setelah ini, Liverpool berusaha bangkit dengan menjamu tim zona degradasi, Fulham, pada akhir pekan nanti. Laga kembali digelar di Anfield sebelum bersiap untuk Rasenball Leipzig pada 10 Maret mendatang.

 

Sumber : akurat.co
Gambar : Akurat.co

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *