Prospek Stimulus AS Angkat Harga Minyak Dunia

Harga minyak menguat sekitar satu persen pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), terangkat optimisme seputar rencana stimulus AS dan beberapa kekhawatiran pasokan minyak. Hanya saja, kenaikan harga dibatasi kekhawatiran permintaan akibat kebijakan penguncian untuk mencegah penyebaran covid-19.

Mengutip Antara, Selasa, 26 Januari 2021, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret naik 47 sen atau 0,9 persen menjadi USD55,88 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret, berakhir 50 sen atau 1,0 persen lebih tinggi ke USD52,77 per barel.

Para pejabat dalam Pemerintahan Presiden AS Joe Biden pada pertemuan Minggu waktu setempat dengan anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat mencoba untuk mencegah kekhawatiran Partai Republik bahwa proposal bantuan pandemi senilai USD1,9 triliun itu terlalu mahal.

“Presiden Biden yang baru dilantik tampaknya mendorong persetujuan cepat dari paket bantuan pandemi senilai USD1,9 triliun yang diusulkannya, sebuah perkembangan yang ditafsirkan oleh pasar sebagai indikasi yang jelas pemerintahan baru AS bertujuan memulai pemulihan ekonomi,” kata Kepala Pasar Minyak Rystad Energy Bjornar Tonhaugen.

“Yang secara alami akan menguntungkan konsumsi bahan bakar,” tambahnya.

Di sisi pasokan, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya mematuhi pembatasan produksi minyak yang dijanjikan sejauh ini rata-rata 85 persen pada Januari, ungkap Petro-Logistics pada Senin, 25 Januari. Data menunjukkan bahwa kelompok tersebut telah meningkatkan kepatuhannya pada pembatasan pasokan yang dijanjikan.

Di Indonesia, penjaga pantainya menyita sebuah kapal tanker berbendera Iran atas dugaan transfer bahan bakar ilegal, meningkatkan prospek lebih banyak ketegangan di pengekspor minyak Teluk. Di tempat lain, produksi dari ladang raksasa Kazakhstan, Tengiz, terganggu oleh pemadaman listrik pada 17 Januari.

Sementara itu, negara-negara Eropa telah memberlakukan pembatasan yang ketat untuk menghentikan penyebaran virus, saat Tiongkok melaporkan peningkatan kasus baru covid-19, menimbulkan kemerosotan prospek permintaan di konsumen energi terbesar di dunia.

Barclays menaikkan perkiraan harga minyak tahun ini, tetapi mengatakan kenaikan kasus di Tiongkok dapat berkontribusi pada kemunduran jangka pendek.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Bisnis.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *