Kenaikan Angka Covid-19 Diproyeksi Tekan Kinerja IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Jumat (15/1). Pelemahan dipicu kecemasan investor akan tingginya jumlah kasus covid-19.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menambahkan pergerakan indeks juga terbebani karena pasar telah memasuki area jenuh beli (overbought).

“Investor akan mencermati beberapa data ekonomi. Selain itu masih ada kecemasan dari tingginya jumlah kasus covid-19,” kata Dennies seperti dikutip dari riset hariannya, Jumat (15/1).

Dia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 6.375-6.401 dan resistance 6.459-6.491.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyebut jelang rilis data neraca perdagangan, IHSG berpotensi terkonsolidasi. Fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas diprediksi menjadi penggerak indeks.

“Pergerakan IHSG saat ini terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar,” ujar dia.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 6.389 dan resistance 6.475. Ada pun saham-saham pilihannya yaitu JSMR, TLKM, AALI, ITMG, KLBF, ERAA, dan MYOR.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 0,22 persen ke level 30.991, S&P 500 merah 0,38 persen ke level 3.795, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,12 persen menjadi 13.112.

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Bisnis.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *