Lockdown Sejumlah Negara Bikin Rupiah Depresi ke Rp14.105

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.105 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (15/12) pagi. Mata uang Garuda melemah 0,07 persen dibandingkan perdagangan Senin (14/12) sore di level Rp14.095 per dolar AS.

Pagi ini, mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang bergerak stagnan, dolar Singapura menguat 0,09 persen, dolar Taiwan melemah 0,01 persen.

Kemudian, peso Filipina melemah 0,01 persen, rupee India menguat 0,11 persen, yuan China bergerak stagnan, dan bath Thailand menguat 0,06 persen, won Korea Selatan melemah 0,11 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,28 persen.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,11 persen, dolar Kanada menguat 0,04 persen, dan franc Swiss menguat 0,01 persen. Sementara, dolar Australia melemah 0,01 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memprediksi bergerak terbatas hari ini. Sebab, ada sentimen positif dan negatif yang seimbang untuk mata uang Garuda.

“Penguatan rupiah masih ditopang optimisme vaksin dan indeks dolar AS masih tertekan,” ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Di sisi lain, pasar merespons negatif pengumuman lockdown di London dan Belanda akibat lonjakan kasus penularan covid-19. Selain itu, beberapa negara juga sudah kembali menerapkan lockdown kedua, yakni Jerman, Korea Selatan, dan Jepang.

Dari dalam negeri, kata Ariston, rilis neraca dagang akan menjadi perhatian pasar dan mempengaruhi pergerakan rupiah. Ia meramalkan rupiah hari ini bergerak dalam rentang Rp14.050 per dolar AS sampai Rp14.150 per dolar AS.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : apahabar.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *