Vaksin Corona Pertahankan Harga Minyak di Zona Hijau

Harga minyak mentah dunia menguat pada akhir pekan lalu didorong ekspektasi positif pasar terhadap kehadiran vaksin corona (covid-19). Sentimen ini mengurangi kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan dan peningkatan jumlah kasus covid-19.

Melansir Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari naik 54 sen atau 1,11 persen menjadi US$49,25 per barel di London ICE Futures Exchange. Harga minyak Brent mencapai level tertinggi di tengah pandemi di kisaran US$49,92 per barel pada Maret 2020.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tumbuh 62 sen menjadi US$46,26 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga minyak WTI juga menyentuh level tertinggi setelah terakhir kali bertengger di kisaran US$46,68 per barel pada tahun ini.

Kedua, harga minyak tercatat naik selama lima minggu berturut-turut. Secara kumulatif, peningkatan harga minyak Brent mencapai 1,7 persen, sementara WTI 1,9 persen.

“Harga lebih tinggi, meskipun ada peristiwa yang sangat buruk. ini semua tentang (sentimen paket) stimulus,” ungkap Direktur Energi Berjangka Mizuho Bob Yawger, dikutip Senin (7/12).

Di sisi lain, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) ditambah Rusia atau OPEC+ memberi sinyal persetujuan sedikit peningkatan volume produksi setelah Januari 2020. Hal ini dilakukan untuk tetap mengantisipasi belum tingginya permintaan minyak di masa pandemi.

Untuk Januari, volume produksi tetap berada di kisaran 500 ribu barel per hari. Angka ini diperkirakan bakal bertahan sampai Maret 2021.

Secara total, OPEC+ akan mengurangi produksi sebanyak 7,2 juta barel per hari atau 7 persen dari permintaan global mulai Januari 2020. Sedangkan saat ini, volume produksi berada di kisaran 7,7 juta barel per hari.

Kendati begitu, beberapa analis melihat pasar minyak kekurangan pasokan. Analis Wood Mackenzie misalnya, memperkirakan jika kenaikan terus berlanjut hingga Maret, mungkin ada 1,6 juta barel per hari yang tidak dikonsumsi pada kuartal I 2021.

Lebih lanjut, produksi minyak AS mulai pulih karena produsen mulai mengaktifkan lagi produksi minyak di sumur-sumur mereka. Jumlah rig minyak AS naik lima rig menjadi 246 rig atau mencapai rekor tertinggi sejak Mei 2020.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *