Rupiah Menguat Tipis ke Rp14.725 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.725 per dolar AS pada Rabu (7/10) pagi. Posisi ini menguat 10 poin atau 0,07 persen dari Rp14.735 pada Selasa (6/10).

Di deretan mata uang Asia, rupiah hanya menguat bersama dolar Singapura 0,04 persen. Sementara dolar Hong Kong stagnan.

Sisanya, mata uang Asia melemah dari dolar AS. Baht Thailand melemah 0,29 persen, won Korea Selatan minus 0,17 persen, ringgit Malaysia minus 0,16 persen, peso Filipina minus 0,13 persen, dan yen Jepang minus 0,03 persen.

Sedangkan mata uang utama negara maju bergerak variasi. Beberapa diantaranya melemah dari dolar AS, namun sebagian menguat.

Dolar Kanada melemah 0,11 persen, euro Eropa minus 0,05 persen, rubel Rusia minus 0,04 persen, dan franc Swiss minus 0,02 persen. Namun, dolar Australia menguat 0,15 persen dan poundsterling Inggris 0,04 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan kurs rupiah berpeluang balik arah ke zona pelemahan pada hari ini. Sebab, negosiasi paket stimulus ekonomi AS tahap dua kembali ditunda hingga Pemilu AS berakhir.

“Ini telah mendorong penguatan dolar AS di pasar keuangan dan memberikan sentimen negatif ke aset berisiko. Isu ini juga berpeluang menekan pergerakan rupiah terhadap dolar AS,” ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/10).

Proyeksinya, mata uang Garuda akan melemah dengan bergerak di kisaran Rp14.650 sampai Rp14.800 per dolar AS pada hari ini.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Okezone.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *