Simak Emas! Biden Unggul Sementara, Harga Mulai Turun

Harga emas melesat ke atas US$ 1.900/troy ons lagi kemarin. Namun pagi ini Rabu (4/11/2020), harga logam kuning itu terkoreksi tetapi masih di atas level psikologis yang baru saja ditembus.

Level US$ 1.900 memang menjadi level resisten kuat bagi emas belakangan ini. Harga bullion masih susah untuk bergerak naik dengan leluasa. Pada penutupan perdagangan kemarin harga emas di arena pasar spot dibanderol US$ 1.908,4/troy ons.

Hari ini, pukul 09.10 WIB harga emas terpangkas 0,36% ke US$ 1.901,95/troy ons. Pemicu naik turunnya harga emas adalah pergerakan dolar AS yang tercermin dari indeks dolar.

Saat harga emas melesat indeks dolar mengalami pelemahan. Dolar AS dan emas memiliki korelasi negatif kuat, artinya arah pergerakan keduanya saling berlawanan.

Pemilihan umum AS sudah berlangsung. Namun hasilnya tidak akan segera diketahui dalam waktu dekat. Penghitungan suara bakal memakan waktu berhari-hari bahkan sampai hitungan minggu.

Ini menjadi risiko ketidakpastian yang harus dihadapi oleh para pelaku pasar dan investor. Kontestasi politik terbesar di AS kali ini menghadirkan dua petarung yaitu Donald Trump dari Partai Republik selaku petahana dan penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden.

Dalam berbagai poling nasional, Joe Biden yang dulunya adalah mantan wakil presiden era Barrack Obama jauh lebih diunggulkan. Namun seiring dengan berjalannya waktu persaingan semakin sengit.

Trump mulai diunggulkan di beberapa negara bagian yang dulunya didominasi oleh Biden. Di saat yang sama di beberapa negara bagian yang dikuasai oleh Republik, Demokrat berhasil mengecilkan margin suaranya.

Saat ini para pelaku pasar masih terus mencermati negara-negara bagian yang masuk dalam kategori swing state untuk melihat peluang masing-masing kandidat yang diusung kedua partai menang.

Lantas apa dampaknya ke emas jika Biden yang menang? Lalu bagaimana jika Trump yang justru kembali menjabat untuk empat tahun ke depan?

Jawabannya terletak pada stimulus. Apabila Trump menang lagi dia masih punya pekerjaan rumah untuk meloloskan stimulus yang selama ini negosiasinya terus buntu akibat perbedaan usulan antara pemerintah dengan DPR.

Masih ada selisih sekitar US$ 400 miliar antara usulan Trump (US$ 1,8 triliun) dengan usulan DPR yang dikuasai oleh Partai Biru (US$ 2,2 triliun). Namun jika Biden yang menang Demokrat akan cenderung menggenjot belanja pemerintah dengan lebih agresif.

Pada dasarnya harga emas ke depan akan sangat tergantung pada besaran stimulus. Apabila stimulus kedua yang digelontorkan tergolong besar maka akan ada peningkatan ekspektasi inflasi yang tinggi di masa depan. Defisit anggaran makin bengkak dan ini menguntungkan emas.

Namun jika yang terjadi sebaliknya harga emas bakal tertekan. Hanya saja untuk sementara waktu harga emas memang masih berpotensi tertekan dengan belum jelasnya hasil dari pemilihan presiden di Negeri Paman Sam tersebut.

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : Bisnis.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *