Harga Minyak Jatuh, Mantan Wamen ESDM Ungkap Trik Biar Untung

Arcandra Tahar, mantan wakil menteri ESDM yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT PGN (Persero) Tbk menyoroti jatuhnya harga minyak mentah dunia.

Menurut ia, momentum kejatuhan harga minyak akibat pandemi virus corona bisa dimanfaatkan untuk melakukan kontrak jangka panjang dengan produsen minyak.

“Bagaimana peluang Indonesia jika harga minyak dunia turun seperti sekarang? Di sejumlah negara konsumen minyak besar, dalam situasi ini mereka akan cenderung melakukan kontrak jangka panjang dengan produsen minyak. Harga dan jangka waktu delivery-nya (pengiriman) bisa diatur,” ujar Arcandra dalam akun Instagram pribadinya, @arcandra.tahar, dikutip Selasa (21/4).

Diketahui, harga minyak mentah anjlok karena permintaan turun drastis selama pandemi corona. Bahkan, harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) acuan West Texas Intermediate (WTI) anjlok hingga ke bawah US$0 atau menjadi minus US$37,63 per barel pada perdagangan Senin (20/4).

Ini merupakan harga terendah sejak New York Mercantile Exchange (NYMEX) membuka perdagangan minyak berjangka pada 1983 silam.

Arcandra melanjutkan jika sebuah negara memiliki fasilitas penyimpanan (storage) yang cukup untuk menampung minyak, maka minyak yang dibeli tentunya dapat langsung dikirim.

Namun, jika kapasitas storage terbatas atau sudah penuh, maka pengiriman dapat ditentukan melalui kontrak jangka panjang tersebut.

“Tentunya kita bisa menentukan kapan delivery time (waktu pengiriman) dari crude oil (minyak mentah) tersebut. Harganya pun akan tetap menguntungkan,” imbuh dia.

Arcandra juga menyebut bahwa harga minyak rendah dapat dijadikan momentum untuk memperkuat sektor hilir minyak dan gas (migas).

Contohnya, pengembangan proyek kilang minyak, pengembangan petrochemical, dan infrastruktur lain, seperti jaringan gas bumi.

Harapannya, infrastruktur hilir tersebut sudah siap beroperasi ketika harga minyak kembali normal. Toh, pembangunan infrastruktur sektor hilir membutuhkan waktu kurang lebih tiga hingga lima tahun.

“Berbagai ikhtiar tersebut tentunya telah dan akan terus dilakukan pemerintah. Kita berdoa, semoga setiap langkah yang dilakukan akan memberikan manfaat dan kemajuan bagi negeri tercinta. Inshaa Allah,” tandasnya.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNBC Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *