AS dan Eropa Longgarkan Lockdown, Rupiah Lesu ke Rp15.470

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.470 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot Senin (20/4) pagi. Mata uang garuda melemah 5 poin atau 0,03 persen dari Rp15.465 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan lalu.

Di Asia, rupiah melemah bersama mayoritas mata uang lain. Ringgit Malaysia melemah 0,51 persen, yen Jepang minus 0,22 persen, dan won Korea Selatan minus 0,14 persen.

Lalu, peso Filipina minus 0,09 persen, dolar Singapura minus 0,08 persen, dan yuan China minus 0,04 persen. Hanya baht Thailand yang menguat 0,16 persen, sementara dolar Hong Kong stagnan.

Sedangkan mata uang utama negara maju kompak berada di zona merah. Rubel Rusia melemah 0,55 persen, dolar Kanada minus 0,45 persen, dolar Australia minus 0,25 persen, franc Swiss minus 0,16 persen, poundsterling Inggris minus 0,12 persen, dan euro Eropa minus 0,1 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah akan menguat dengan bergerak di kisaran Rp15.300 sampai Rp15.550 per dolar AS pada hari ini.

Sentimen utama yang menopang penguatan rupiah berasal dari rencana pelonggaran lockdown (penutupan wilayah) AS dan negara-negara di kawasan Eropa. Pembukaan lockdown dilakukan karena jumlah kasus positif pandemi virus corona atau covid-19 di kedua kawasan mulai berkurang.

“Sentimen positif ini bisa mendorong penguatan aset berisiko, termasuk rupiah,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, menurut Ariston, sentimen juga akan datang dari optimisme pelaku pasar terhadap kemajuan riset obat perawatan pasien virus corona. Saat ini, Gilead Sciences, perusahaan biofarmasi AS, tengah memproduksi obat tersebut.

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Rakyat Merdeka

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *