Harga Emas Menguat Jelang Pengumuman the Fed

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (11/12/2019). Para investor mengamati potensi kemajuan menuju kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok. Selain itu, menunggu hasil pertemuan dua hari kebijakan moneter bank sentral AS, the Federal Reserve yang berakhir Rabu.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik US$ 3,2 atau 0,22 persen, menjadi US$ 1.464,9 per ounce.

Logam mulia juga didorong pelemahan greenback. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,18 persen menjadi 97,47 pada pukul 18.30 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Selain itu, emas juga mendapat dukungan dari pasar ekuitas Amerika Serikat yang sedikt lebih rendah. Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 27,9 poin (0,10 persen) mencapai 27.882, Nasdaq composite index melemah 5,6 (0,07 persen) mencapai 8.617, sedangkan S&P 500 index turun 3,4 poin (0,11 persen) mencapai 3.133.

Ketika pasar ekuitas melemah, emas sebagai salah satu aset safe haven menjadi lebih menarik sehingga para investor mengalihkan investasi mereka dari aset-aset berisiko seperti saham.

Adapun logam mulia lainnya, perak penyerahan Maret naik 0,6 persen atau 0,36 persen, menjadi US$ 16,702 per ounce. Platinum pengiriman Januari melonjak US$ 24,1 atau 2,68 persen, menjadi US$ 922,6 per ounce.

 

 

 

 

Sumber : beritasatu.com
Gambar : Solopos.com

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *