Akhiri Kenaikan 3 Hari Beruntun, Harga Emas Anjlok 27,9 Dollar AS

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melorot pada perdagangan Rabu (25/9/2019) waktu setempat atau Kamis pagi WIB.

Melemahnya logam mulia ini tertekan oleh penguatan dollar AS dan Wall Street, sehingga menggerus daya tarik emas sebagai salah satu aset safe haven. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember anjlok 27,9 dollar AS (sekitar Rp 390.000) atau 1,81 persen, menjadi ditutup pada 1.512,3 dollar AS per ounce, sekaligus menghentikan kenaikan hari ketiga berturut-turut.

Indeks dollar AS, yang mengukur greenback (sebutan untuk dollar AS) terhadap enam mata uang utama, naik 0,67 persen menjadi 98,99 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penutupan perdagangan emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dollar AS. Jika greenback menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain lainnya.

Sementara di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 172,85 poin (0,64 persen), kemudian Indeks S P 500 naik 17,52 poin (0,59 persen), dan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 77,41 poin (0,97 persen).

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan pasar saham AS itu. Ketika pasar saham sedang naik, investor mungkin berhenti membeli aset safe haven, karenamengalihkan dana-dananya ke aset-aset berisiko seperti saham.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 55,5 sen atau 2,98 persen menjadi 18,073 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 27,5 dollar AS atau 2,88 persen, menjadi ditutup pada pada 927,9 dolar AS per ounce.

 

 

 

 

Sumber : kompas.com
Gambar : Tribunnews.com

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *