Harga Emas Lesu, Ada Harapan Naik Gak Ya Pekan Ini?

Harga emas diperkirakan sedikit stagnan pekan ini setelah bergejolak pada pekan lalu. Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (12/6/2023) harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,01%.

Dalam sepekan, emas melemah tipis 0,17%. Pelemahan pada pekan lalu mengakhiri penguatan sang logam mulia dalam dua pekan sebelumnya.

Harga emas nyaris tidak bergerak hari ini. Pada perdagangan hari Senin (19/6/2023), harga emas melemah tipis 0,009% di posisi US$ 1.957,19 per troy ons.

Perdagangan emas hari ini juga diperkirakan relatif sepi karena pasar Amerika Serikat (AS) libur memperingati Juneteenth National Independence Day untuk mengenang penaklukan perbudakan.
Tidak seperti pekan lalu yang penuh rilis data dan agenda penting, minggu ini juga relatif sepi.

Agenda yang paling tunggu pasar pekan ini adalah testimoni Chairman bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell di depan Komite Leyanan Keuangan DPR AS pada Rabu dan Kamis pekan ini (21-22 Juni).

Testimoni Powell diharapkan bisa memberi arah yang lebih jelas mengenai kebijakan The Fed ke depan.

Pasalnya, pada rapat The Fed pekan lalu, Powell hanya mengisyaratkan jika The Fed akan menaikkan suku bunga dua kali lagi tahun ini tanpa disertai keterangan besarannya dan kapan.

Sebagai catatan, The Fed akhirnya mempertahankan suku bunga di kisara n5-5,25% pada pekan lalu. Ini adalah pertama kali The Fed mempertahankan suku bunga setelah mengereknya sebanyak 10 kali sejak Maret 2022.

Analis Saxo Bank, Ole Hansen, memperkirakan pasar akan lebih “bijaksana” dalam mengartikan pernyataan Powell pekan lalu.

“Pasar akan sedikit bijaksana pekan ini. Harga rendah saat ini bisa dimanfaatkan untuk membeli emas dengan harga murah. Sebagian pelaku pasar juga meyakini jika data ekonomi AS tidak cukup menjadi dasar pertimbangan kenaikan dua kali lagi,” tutur Hansen, dikutip Reuters.

Pelaku pasar kini bertaruh 74% mengenai peluang untuk kenaikan suku bunga pada Juli.

Data tenaga kerja AS justru memburuk. Klaim pengangguran tercatat 262.000 pada pekan yang berakhir pada 10 Juni, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar yang tercatat 249.000.

Jumlah klaim pekan tersebut juga menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2021.

Kenaikan klaim pengangguran yang meningkat bisa menjadi signal jika ekonomi AS melambat sehingga ada harapan inflasi turun tajam.

“Emas masih berjuang untuk menguat karena ada pesan kuat dari The Fed mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga. Kenaikan suku bunga membuat daya tarik emas melemah,” tutur analis Marex, Edward Meir, dikutip dari Reuters.

 

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : Detikcom

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *