Harga Minyak Stabil di Tengah Prospek Pengetatan Produksi OPEC

Harga minyak secara kasar tidak berubah pada Senin. Hal ini karena investor menimbang prospek pengetatan pasokan dari produsen OPEC+ yang akan dimulai Mei, terhadap kekhawatiran tentang melemahnya pertumbuhan global yang dapat mengurangi permintaan bahan bakar.

Minyak mentah Brent berjangka turun 5 sen menjadi US$85,07 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di US$80,72 per barel, naik 2 sen.

Mengutip Reuters, Senin (10/4), kedua kontrak naik untuk pekan ketiga berturut-turut minggu lalu, kembali ke level yang terakhir terlihat pada November, setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu mereka mengejutkan investor dengan mengumumkan lebih banyak pengurangan produksi yang akan dimulai pada Mei.

Kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ akan memotong sebagian besar pasokan minyak mentah dari produsen Timur Tengah yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Menyusul pengumuman tersebut, eksportir minyak utama dunia menaikkan harga minyak mentah Mei untuk pelanggan jangka panjang di Asia dan Amerika Serikat.

Raksasa minyak negara Saudi Aramco juga telah memberi tahu beberapa pelanggan Asia bahwa mereka akan menerima volume kontrak penuh pada Mei meskipun ada pengurangan produksi.

“Mereka yang bearish mempertanyakan prospek permintaan sehubungan dengan pemotongan, sementara jelas mereka yang bullish sekarang bahkan melihat pasar yang lebih ketat selama paruh kedua,” kata kepala riset komoditas ING Warren Patterson.

 

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Kompas.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *