Dolar Keok, Harga Emas Bersinar Lagi

Emas menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi), rebound dari level terendah lima minggu di sesi sebelumnya di dorong oleh dolar yang lebih lemah. Namun demikian, kenaikannya dibatasi karena data penjualan ritel yang lebih kuat dan tanda-tanda inflasi panas di AS memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve.

Dikutip dari Xinhua, Jumat, 17 Februari 2023, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD6,50 atau 0,35 persen menjadi USD1.851,80 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di USD1.854,90 dan terendah di USD1.836,60 per ounce.

Dolar AS melemah pada perdagangan Kamis, 16 Februari 2023, karena pelaku pasar mencerna data ekonomi yang baru dirilis dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,03 persen menjadi 103,878.

Prospek kenaikan suku bunga menjadi pertanda buruk bagi emas dan rekan-rekannya yang tidak memberikan imbal hasil, karena peluang kerugian untuk memegang aset semacam itu meningkat.

Indeks harga produsen rebound

Data ekonomi yang dirilis pada Kamis, 16 Februari 2023, bervariasi. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga produsen AS untuk permintaan akhir rebound 0,7 persen pada Januari, kenaikan terbesar sejak Juni, setelah turun 0,2 persen pada Desember.

Departemen Tenaga Kerja AS lebih lanjut melaporkan klaim pengangguran awal AS turun 1.000 menjadi 194 ribu dalam pekan yang berakhir 11 Februari. Ini adalah minggu kelima berturut-turut klaim berada di bawah 200 ribu.

Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan izin bangunan AS yang disetujui pada Januari naik 0,1 persen dari Desember menjadi 1,339 juta unit.

Sementara itu, dikutip dari Xinhua, The Fed Philadelphia mengatakan bahwa ukuran aktivitas bisnis regionalnya turun menjadi negatif 24,3 pada Februari dari negatif 8,9 pada bulan sebelumnya, level terendah sejak pandemi covid-19 terburuk pada Mei 2020.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 13,8 sen atau 0,64 persen, menjadi USD21,71 per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat USD13,20 atau 1,44 persen menjadi USD931 per ounce.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : MSN

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *